KRSumsel.com, Ogan Ilir – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat kembali melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Sabtu (27/6/2026).
Hanya dalam waktu singkat, sedikitnya lebih dari 30 hektare lahan di dua kecamatan—Kecamatan Pemulutan dan Kecamatan Indralaya Utara—hangus dilalap si jago merah.
Cuaca panas ekstrem dan vegetasi yang mengering membuat kobaran api dengan cepat membesar. Situasi sempat mencekam ketika api mulai merambat dan mendekati permukiman warga di Desa Sukarami, Kecamatan Pemulutan, hingga memicu kepanikan massal.
Perjuangan Petugas Menembus Akses Sulit:
Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD Ogan Ilir, TNI, dan Polri terus berjibaku menjinakkan api di lapangan. Namun, petugas di lapangan harus menghadapi dua musuh utama: luasnya area kebakaran dan medan yang sangat sulit dijangkau.
Baca juga: Seratusan UMKM Dilibatkan Selama Nobar Piala Dunia 2026 di Karawang
Karena posisi petugas yang terhambat akses, warga setempat akhirnya memilih nekat turun langsung ke lapangan. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong menyiramkan air demi membentengi rumah mereka dari jilatan api.
“Api sejak pukul 11.00 WIB sudah terlihat besar dari arah Desa Arisan Jaya. Lama-kelamaan terus menyebar hingga mendekati rumah kami. Kami khawatir karena saat itu belum ada petugas di sekitar permukiman,” ungkap Mardina, warga Desa Sukarami.
Menurut Mardina, angin kencang di lokasi membuat api meloncat dari satu titik ke titik lain dengan sangat cepat.
Fokus Utama: Selamatkan Rumah Warga!
Komandan Regu Manggala Agni, Rahmat, membenarkan bahwa sebaran api di dua kecamatan ini membuat penanganan menjadi ekstra menantang.
“Kendala terbesar kami adalah akses menuju lokasi yang sangat sulit dilalui. Untuk sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah lebih dari 30 hektare,” ujar Rahmat.
Melihat situasi yang kian mengancam, Rahmat menegaskan bahwa seluruh personel gabungan kini dialihkan untuk memprioritaskan keselamatan warga.
Prioritas Saat Ini: Melindungi kawasan permukiman penduduk dan melakukan penyekatan agar api tidak meluas ke wilayah lain.
Kondisi Terkini: Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Beruntung, belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Petugas mengimbau keras agar seluruh masyarakat menghentikan segala aktivitas yang memicu pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang sangat rentan seperti sekarang. Warga juga diminta untuk tetap bersiaga penuh.(edi)

















