56 Rumah di Simalungun Rusak Akibat Angin Puting Beliung

oleh

Krsumsel.com, Medan – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 56 mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang melanda Kabupaten Simalungun.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, angin kencang yang melanda puluhan rumah tersebut terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 18.30 WIB hingga malam hari dan melanda dua kecamatan.

“Cuaca ekstrem melanda Kecamatan Pematang Bandar dan Kecamatan Bandar, dimana 56 rumah mengalami kerusakan,”ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa (7/7).

Peristiwa angin puting beliung tersebut terjadi menjelang malam sehingga membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri. Angin kencang yang datang tiba-tiba itu menumbangkan puluhan pohon dan menerbangkan seng-seng rumah serta merusak sejumlah bangunan warga.

Baca juga; Gubernur Aceh Resmi Surati Presiden Terkait Pengelolaan Migas Andaman

Ia menjelaskan, rumah yang mengalami rusak sebagian akibat tertimpa pohon yang diakibatkan hujan deras dengan intensitas tingi serta angin kencang yang melanda wilayah itu

Sri Wahyuni mengatakan, sedikitnya delapan rumah mengalami rusak berat dan 48 rumah tercatat rusak dengan kondisi sedang yang tersebar di dua kecamatan.

Selain rumah ia mengatakan, cuaca ekstrem yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi serta angin kencang itu juga mengakibatkan satu rumah ibadah turut mengalami kerusakan. “Berdasarkan laporan yang diterima, jumlah pengungsi, korban luka, maupun meninggal dunia nihil,”kata dia.

Sri mengatakan, berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait. Ia mengatakan, pemerintah setempat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan serta melakukan asesmen di lokasi.

Selain itu kata dia, BPBD Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak. “Kondisi saat ini, dalam penanganan pemerintah setempat,”ujarnya.(net)