Pedagang Diminta Tidak Naikkan Harga di Festival Tabut Bengkulu 

oleh

Bengkulu, KRsumsel.com –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu meminta agar para pedagang yang berjualan di kawasan Festival Tabut 2026 agar tidak menaikkan harga barang maupun makanan secara berlebihan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Sebab Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu yang menjadi perhatian ribuan wisatawan dari berbagai daerah, dengan pelayanan yang baik dan harga yang wajar menjadi faktor penting dalam menciptakan kesan positif bagi para pengunjung.

“Festival Tabut adalah wajah Kota Bengkulu di hadapan para wisatawan. Untuk itu, saya mengimbau seluruh pedagang agar menjual barang dan makanan dengan harga yang wajar serta memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung,”kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Senin (22/6).

Ia menyebut, Festival Tabut bukan hanya sekadar perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi etalase pariwisata Kota Bengkulu, untuk itu dengan sikap pedagang dalam melayani konsumen, termasuk dalam menentukan harga jual, dinilai turut mempengaruhi citra daerah di mata wisatawan.

Baca juga: Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Cilacap Kini Bertambah

Sebab, pemerintah kota berharap agar pelaksanaan Festival Tabut menjadi momen dalam peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pedagang lokal yang dan di Kota Bengkulu.

Untuk itu, Pemkot Bengkulu melakukan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan selama festival berlangsung guna mencegah praktik kenaikan harga yang tidak wajar akibat meningkatnya jumlah pengunjung.

Lanjut Dedy, pemerintah juga meminta agar masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan praktik perdagangan yang merugikan konsumen selama pelaksanaan Festival Tabut 2026.

Sebab, pemerintah kota tidak segan untuk mengambil tindakan terhadap pedagang yang terbukti sengaja menaikkan harga secara berlebihan demi meraup keuntungan sesaat.

“Jika ditemukan pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar hingga merugikan masyarakat maupun wisatawan, pemerintah akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku,”sebut dia.

Di sisi lain, dengan adanya sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Festival Tabut 2026 diharapkan sukses sebagai ajang pelestarian budaya, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang luas serta menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan.

Sehingga, citra pariwisata Kota Bengkulu dapat semakin meningkat dan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.(net)