Cilacap, KRsumsel.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Jawa Tengah menyatakan jumlah desa terdampak kekeringan di wilayah tersebut bertambah setelah menerima permohonan bantuan air bersih dari dua desa pada musim kemarau tahun 2026.
“Bertambahnya wilayah terdampak kekeringan itu diketahui dari surat permohonan bantuan air bersih yang kami terima, yakni dari Desa Cimrutu Kecamatan Patimuan dan Desa Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Senin (22/6).
Ia mengatakan, berdasarkan surat permohonan Pemerintah Desa Cimrutu, kekeringan melanda Dusun Cimrutu, Dusun Ciputri dan Dusun Kalenwedi.
Dalam surat permohonan itu disebutkan, sebanyak 320 keluarga atau sekitar 3.926 jiwa dilaporkan terdampak kekurangan air bersih, sehingga Pemerintah Desa Cimrutu meminta bantuan distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Cilacap.
Sementara itu, Pemerintah Desa Cinangsi juga mengajukan permohonan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air selama musim kemarau.
Baca juga: Roy Suryo dan Tifa Tiba di Kejari Jaksel Pakai Rompi Oranye Tahanan
Wilayah terdampak di Desa Cinangsi meliputi Dusun Cinangsi Timur, Cibriluk, Cinangsi Barat dan Damajaya dengan jumlah warga terdampak mencapai 830 keluarga atau sekitar 3.194 jiwa.
“Kami akan segera menindaklanjuti surat permohonan tersebut dengan pengecekan lokasi atau asesmen oleh tim dari BPBD Cilacap,”katanya.
Ia mengatakan, dengan adanya dua surat permohonan tersebut, jumlah wilayah terdampak kekeringan di Cilacap bertambah menjadi empat desa.
Sebelumnya kata dia, BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Desa Kedungbenda Kecamatan Nusawungu dan Desa Karangkemiri Kecamatan Jeruklegi.
Ia mengatakan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap seiring meningkatnya intensitas musim kemarau.
Selain menyiapkan distribusi air bersih bagi daerah yang membutuhkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan melakukan penghematan guna mengantisipasi potensi kekeringan yang lebih luas.
“Koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait terus dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,”kata Taryo.(net)















