Natuna, KRsumsel.com – Kepolisian Resor (Polres) Natuna Polda Kepulauan Riau melepasliarkan 100 ekor tukik di Pulau Senoa sebagai salah satu pulau terdepan Indonesia. Ini juga upaya mendukung pelestarian satwa laut yang dilindungi serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kepala Polres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie di Natuna, Jumat (19/6) mengatakan, pelepasliaran tukik itu dilaksanakan pada Jumat pagi dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang perlu dijaga secara berkelanjutan.
Baca juga: Cara Mengkonsumsi Minuman Kafein Bisa Berisiko Picu Migrain
“Pelepasan 100 ekor tukik ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga dan memelihara ekosistem laut serta habitat satwa penyu yang dilindungi,”katanya.
Selain melepasliarkan tukik, Polres Natuna juga melakukan pembersihan sampah area pantai di lokasi yang sama.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, Bhayangkari, pejabat utama Polres Natuna, serta komunitas pencinta alam.
Kegiatan pembersihan pantai itu juga dalam rangka mendukung pelaksanaan program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Natuna berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan melindungi satwa dilindungi semakin meningkat.
“Menjaga lingkungan tidak hanya sebatas membersihkan sampah, tetapi juga memastikan ekosistem dan habitat satwa tetap lestari,”ujar dia.(net)

















