Jambi, krsumsel.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jambi tengah mendalami kasus dugaan kekerasan yang dialami seorang perempuan warga Kabupaten Bungo di Malaysia, menyusul beredar video baru-baru ini.
“Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami oleh yang bersangkutan, saat ini Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo sedang melakukan penelusuran guna memastikan informasi yang beredar dan untuk memperoleh data yang akurat,”kata Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi Petrus Teguh Aprianto di Jambi, Jumat (19/6).
Petrus menyampaikan, pihaknya melalui Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo telah melakukan penelusuran awal. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, diketahui yang bersangkutan merupakan warga Desa Lubuk Mayang Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.
Baca juga: Polres Natuna Lepasliarkan 100 Tukik di Pulau Terdepan Indonesia
Dari hasil pemeriksaan data keimigrasian, yang bersangkutan tidak pernah melakukan permohonan maupun penerbitan paspor pada Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo maupun kantor Imigrasi lain di wilayah Provinsi Jambi.
Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo tengah melakukan penelusuran lebih lanjut dengan pihak keluarga guna memperoleh informasi terkait kondisi dan keberadaan yang bersangkutan.
Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jalur resmi dan melengkapi dokumen perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku saat akan bekerja atau beraktivitas di luar negeri.
Sebelumnya, viral media sosial dengan beredarnya video berdurasi 1 menit 29 detik. Dalam video itu seorang perempuan yang memperlihatkan luka memar dan lebam di sejumlah bagian tubuhnya. Perempuan tersebut diduga menjadi korban kekerasan fisik saat bekerja di Malaysia.(net)















