Bandarlampung, KRsumsel.com – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Elroy Koyari mengatakan, melalui pemanfaatan jaringan irigasi air tanah (JIAT) dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber air saat fenomena El Nino berlangsung di daerahnya.
“Prediksi awal musim kemarau pada Mei, puncaknya September. Neraca air tahunan cukup dan banyak usulan untuk sumur bor mengantisipasi kekeringan, dan untuk Lampung perlu ditingkatkan usulannya karena masih kurang,”ujar Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari di Bandarlampung, Sabtu (11/4).
Ia mengatakan, sumur bor yang merupakan bagian dari jaringan irigasi air tanah tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat di daerah irigasi dalam mengakses air selama musim kemarau ekstrem terjadi.
“Jaringan irigasi air tanah ini jadi alternatif utama karena ini memanfaatkan cadangan air tanah, saat intensitas hujan berkurang. Yang mengusulkan ini baru ada 115 unit sumur bor. Jadi kami mendorong agar kabupaten dan kota segera mengusulkan karena usulan masih dibuka sampai Mei,”katanya.
Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, Kantor Imigrasi Deportasi 19 WNA di Pulau Bangka
Dia menjelaskan, suplai jaringan irigasi air tanah saat ini total ada 115 unit sumur bor, dengan debit pompa 217,95 liter per detik, dengan luas daerah irigasi 2.044 hektare.
Terinci di Kabupaten Lampung Selatan ada 74 unit sumur bor, dengan luas daerah irigasi 1.294 hektare, dan debit air pompa 108,25 liter per detik, Kabupaten Lampung Tengah 11 unit sumur bor, dengan luas daerah irigasi 190 hektare, dan debit pompa 56,44 liter per detik.
Kabupaten Lampung Timur 27 unit sumur bor, dengan luas irigasi 510 hektare dan debit pompa 43,36 liter per detik, Kabupaten Pesawaran 1 unit sumur bor dengan luas irigasi 20 hektare, dan Kabupaten Pringsewu dua unit sumur bor, dengan luas irigasi 30 hektare dengan debit pompa 9,9 liter per detik.
“Daerah dengan potensi daerah irigasi paling banyak ada di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Jadi kabupaten serta kota bisa mengusulkan ini sebagai langkah mitigasi terjadinya kemarau Panjang,”ucap dia.
Berdasarkan data BBWS Mesuji Sekampung daftar usulan sumur kekeringan tahun 2026 yakni ada di Desa Kelawi Lampung Selatan, Desa Bakauheni Lampung Selatan, Desa Totoharjo Lampung Selatan, Desa Donomulyo Lampung Timur, dan Desa Catur Swako Lampung Timur.
Kemudian Desa Margo Dadi Tulang Bawang Barat, Desa Way Sido Tulang Bawang Barat, Desa Lempuyang Bandar Lampung Tengah, Desa Purna Tunggal Lampung Tengah, Desa Tanjung Anom Lampung Tengah, dan Desa Adi Jaya Lampung Tengah.(net)

















