Bengkulu, KRsumsel.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan dini guna mencegah penyakit hantavirus.
“Hingga saat ini Bengkulu belum ada kasus konfirmasi hantavirus, tetapi langkah antisipasi dan kewaspadaan dini tetap dilakukan guna mencegah penyakit tersebut,”kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman di Kota Bengkulu, Jumat (29/5).
Langkah antisipasi dimaksud dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas melalui sistem surveilans kesehatan untuk memantau potensi penyakit menular di masyarakat.
Melalui pengawasan tersebut kata dia, setiap laporan penyakit dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan jika ditemukan indikasi yang mengarah pada hantavirus.
Selain pengawasan, pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah, serta menutup makanan agar tidak terkontaminasi tikus.
Yasman menegaskan, lingkungan yang kotor dan banyaknya sisa makanan menjadi pemicu utama meningkatnya populasi tikus yang berpotensi membawa berbagai penyakit.
Baca juga: Kesehatan Nakhoda dan ABK di Pelabuhan se-Babel Dicek untuk Cegah Virus Ebola
Mengingat belum adanya kasus di wilayah tersebut, Yasman mengimbau masyarakat di Provinsi Bengkulu agar tidak panik menyikapi maraknya informasi mengenai hantavirus, namun perlu tetap waspada dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.
Yasman menerangkan, hantavirus merupakan penyakit yang penularannya berasal dari tikus, khususnya melalui kotoran, urine, maupun air liur hewan pengerat yang mencemari makanan atau benda di sekitar manusia.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa mekanisme penularan hantavirus berbeda dengan COVID-19 sehingga tidak perlu menimbulkan kepanikan yang berlebihan.
“Waspada sangat dianjurkan, namun jangan panik berlebihan. Penularannya bukan seperti COVID-19. Yang penting masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontaminasi dari tikus,”ujar Yasman.
Yasman menambahkan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat guna memastikan pemahaman terkait pencegahan penyakit tersebut.(net)
















