Bahaya Bagi Kesehatan! Jeroan Jangan Dicampur dengan Daging

oleh

Padang, KRsumsel.com Pakar Ilmu Teknologi Pangan dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) Prof Novelina mengingatkan masyarakat akan bahaya pencampuran penanganan daging kurban dengan bagian jeroan seperti usus, limpa dan sejenisnya terhadap kesehatan.

“Proses penyembelihan hewan kurban ini mesti dijaga, terutama tidak mencampurkan antara jeroan dengan daging, apalagi sampai terkontaminasi dengan isi usus,”kata dia di Kota Padang, Jumat (29/5).

Lulusan Institut Pertanian Bogor University Bidang Studi Ilmu Pangan tersebut menjelaskan, jeroan seperti usus, limpa dan lainnya mengandung bakteri patogen. Jika jeroan pecah dan mengenai daging atau bagian lain bisa terkontaminasi oleh bakteri.

Oleh karena itu, mengingat saat ini dalam rangkaian Hari Raya Idul Adha dimana sebagian masyarakat masih menyembelih hewan kurban, disarankan untuk memperhatikan cara menyembelih yang tepat serta mengutamakan sisi higienis. Penanganan dan pemisahan jeroan dengan bagian lain ditujukan untuk mengantisipasi potensi kontaminasi bakteri.

Baca juga: Pemprov Bengkulu Perkuat Langkah Antisipasi Cegah Hantavirus

Tidak hanya itu, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unand tersebut juga mengingatkan akan pentingnya memperhatikan manajemen waktu sejak hewan disembelih, dibersihkan, dibagikan hingga dikonsumsi. Sebab, masih cukup banyak ditemukan warga yang tergolong lama membiarkan daging kurban setelah dipotong.

Yang tidak kalah penting ialah memperhatikan suhu ruangan tempat penyembelihan hewan kurban. Sebab, hal ini akan berpengaruh pada perkembangan mikroba. Perkembangan mikroba dalam daging bisa terhambat ketika suhu di bawah lima derajat Celsius atau suhu di atas 70 derajat Celsius.

Ia mengatakan, semakin lama daging kurban berada di luar ruangan terbuka, potensi terkontaminasi juga besar. Hal ini bisa berdampak tidak sehat terhadap daging yang akan dikonsumsi. Sebab, selain adanya bakteri dari jeroan, daging juga bisa terpapar bakteri dari lingkungan tempat penyembelihan.

“Jadi, kalau tempat penanganannya tidak bersih, ini bisa menyebabkan daging kurban terkontaminasi,”ujarnya.

Ia menyarankan masyarakat yang mendapatkan daging kurban untuk segera mencuci atau membersihkan yang kemudian menyimpannya di dalam freezer. Cara tersebut merupakan salah satu antisipasi agar daging tidak terkontaminasi atau tetap aman dikonsumsi.(net)