Guru PAI Keluhkan Dugaan Pungli Rp 300 Ribu oleh Staf Kemenag Ogan Ilir

oleh

Indralaya, krsumsel.com Dugaan pungutan liar oleh oknum staf Kementerian Agama (Kemenag) Ogan Ilir mencuat, Pungli tersebut diduga dilakukan oleh staf Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenang Ogan Ilir kepada guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Untuk mencairkan sertifikasi, sejumlah guru PAI diminta uang sebesar Rp 300 ribu.

“Kalau dihitung-hitung habislah Rp 300 ribu mengurus berkas pencairan sertifikasi. Uang diberikan ke orang Kemenag (Ogan Ilir),” kata seorang guru berinisial UP kepada wartawan, Rabu (1/4).

Masih menurut UP, tak ada aturan terkait imbalan terhadap staf Kemenag Ogan Ilir dalam pencairan sertifikasi setiap tiga bulan itu.

“Tapi orang Kemenag mukanya suka cemberut dan kasih kode-kode agar penerima sertifikasi itu pengertian,” jelas UP.

“Banyaklah alasannya kalau kita tidak kasih, berkas ini kurang, berkas itu kurang, berkas ini salah, dibikin bolak-balik kita, jadilah berkorban Rp 300 ribu,” ujarnya.

Pihak Seksi PAKIS Kemenag Ogan Ilir membantah adanya pungli tersebut.

Baca juga: Istri dan Anak Menghilang Dari Rumah Saat Suami Tertidur Lelap

“Kami tidak pernah minta dan kita bukan munafik. Kalau mereka (penerima sertifikasi) bawakan kadang-kadang oleh-oleh kue, bahkan mereka pernah kasih untuk beli rokok, kami tidak memungkiri itu,” ujar staf PAKIS Kemenag Ogan Ilir, Ahmad Farid Abdullah.

Kasi PAKIS Kemenag Ogan Ilir, Burhan ZR mengaku telah menerima informasi terkait dugaan pungli tersebut.

Namun menurutnya, berdasarkan hasil kroscek, tak ada staf PAKIS yang melakukan pungli kepada penerima sertifikasi.

“Sejak saya menjabat Kasi PAKIS, sudah diingatkan agar anak buah saya jangan sampai melakukan permainan terkait pencairan sertifikasi,” tegas Burhan.

Terkait dengan dugaan pungli, Kemenag Ogan Ilir akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim, dan jika terbukti ada pungli, maka oknum pegawai PAKIS Kemenag Ogan Ilir akan diberi sanksi.

“Adapun bentuk sanksi akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kepala Kantor Kemenag Ogan Ilir,” katanya.(rul)