Natuna, KRsumsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau menyebut, pembangunan 14 unit gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) telah mencapai 100 persen dan siap memasuki tahap operasional.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Natuna Moestofa di Natuna, Minggu (2/3) malam mengatakan, seluruh bangunan tersebut telah selesai dikerjakan dan kini hanya menunggu persetujuan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Sejumlah Rute Pelayaran di NTT Hentikan Sementara
“Sudah rampung semuanya. Saat ini tengah menunggu persetujuan operasi dari BGN,”ucapnya. Ia menjelaskan, di Natuna telah ditetapkan 26 titik pembangunan gedung SPPG.
Jumlah itu terdiri atas 12 unit SPPG jenis aglomerasi dan 14 unit SPPG yang diperuntukkan bagi wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.
Fasilitas 14 SPPG 3T tersebut tersebar di 17 kecamatan dan akan difungsikan sebagai lokasi pengolahan serta titik awal pendistribusian makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyasar para pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai penerima manfaat.
“Perbedaan kedua jenis SPPG itu berada di jumlah penerima manfaat, untuk SPPG 3T berjumlah di bawah 1.000 penerima manfaat,”katanya.
Moestofa menambahkan, Pemkab Natuna kembali mengusulkan pembangunan 16 titik baru SPPG 3T guna mendekatkan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.
Langkah itu dinilai penting karena terdapat sejumlah wilayah dengan akses jalan yang kurang memadai, sehingga berpotensi mempengaruhi kualitas makanan saat proses distribusi berlangsung.
“16 SPPG itu nantinya merupakan pecahan dari jenis SPPG algomerasi dan 3T,”katanya.(net)
















