KRSumsel.com, Palembang – Memasuki bulan suci Ramadan, jalanan di sore hari kerap berubah menjadi arena yang menantang. Di satu sisi, ada semangat mengejar waktu berbuka; di sisi lain, kondisi fisik yang mulai menurun setelah seharian berpuasa seringkali menurunkan tingkat konsentrasi.
Menanggapi fenomena ini, Astra Motor Sumatera Selatan melalui kampanye #Cari_Aman hadir untuk mengingatkan bahwa keselamatan adalah menu berbuka yang paling utama. Jangan sampai antusiasme pulang ke rumah justru membawa risiko bagi diri sendiri maupun orang lain.
Waspada Kebiasaan “Lalai” Saat Ngabuburit:
Berdasarkan pengamatan di lapangan, ada beberapa kebiasaan berisiko yang sering muncul saat menjelang berbuka:
Hilangnya Fokus: Membuka visor helm karena gerah atau mata yang mulai lelah.
Agresi di Lampu Merah: Memacu gas secara mendadak tepat saat lampu berubah hijau demi mengejar waktu.
Pengereman Impulsif: Melakukan rem mendadak karena perhatian teralihkan oleh pedagang takjil di pinggir jalan.
Ego di Jalan Raya: Kehilangan kesabaran dan abai terhadap etika berkendara karena ingin segera sampai ke meja makan.
Ingat: Berbuka puasa akan terasa jauh lebih nikmat saat kita sampai di rumah dalam kondisi sehat dan selamat. Mari jadikan #Cari_Aman sebagai bagian dari ibadah kita hari ini.
Hal ini disampaikan Fathan Nayoda selaku Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel, menjelaskan bahwa kondisi fisik yang menurun saat berpuasa memang dapat memengaruhi fokus dan refleks pengendara.
Baca juga: Dermaga di Pulau Mantang Kabupaten Bintan Telah Diresmikan
“Menjelang berbuka, konsentrasi biasanya mulai menurun. Karena itu, penting bagi pengendara untuk lebih tenang dan tidak terburu-buru. Jangan sampai karena ingin cepat sampai rumah atau membeli takjil, justru mengabaikan keselamatan. Prinsipnya sederhana, Puasa Lancar, Pulang ke Rumah Aman,” jelasnya.
Dikatakannya, itu, Astra Motor Sumsel membagikan beberapa tips berkendara aman di sore hari menjelang maghrib:
1. Jangan Ikut-ikutan Menarik Gas Mendadak:
Saat lampu berubah hijau, hindari langsung menarik gas penuh. Tunggu 2–3 detik dan pastikan kondisi kanan-kiri aman karena masih ada kemungkinan pengendara lain menerobos lampu merah.
2. Hindari Ego Selip-selip di Jalan:
Jika ruang jalan sempit, jangan memaksakan diri untuk masuk. Berkendara dengan sabar lebih aman dibanding mengambil risiko demi beberapa menit lebih cepat.
3. Gunakan Rem Depan dan Belakang Secara Seimbang:
Kondisi lalu lintas yang macet dan stop-and-go mengharuskan pengendara lebih bijak dalam pengereman. Gunakan kedua rem secara seimbang untuk menjaga stabilitas motor.
4. Fokus ke Jalan, Bukan ke Jam:
Hindari kebiasaan melihat jam atau ponsel saat berkendara karena sudah mendekati waktu berbuka. Jika memang perlu berhenti, lebih baik menepi di tempat yang aman seperti minimarket atau masjid terdekat.
5. Jangan Paksakan Diri Jika Lemas:
Jika tubuh mulai terasa lemas atau kepala ringan, sebaiknya menepi sejenak dan beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting daripada tergesa-gesa.
6. Hindari Jalur Lawan Arah:
Menjelang sore, sering ditemukan pengendara yang membuka jalur sendiri dengan melawan arus. Tindakan ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
7. Tetap Nyalakan Lampu Utama:
Cahaya mulai redup menjelang maghrib. Pastikan lampu kendaraan tetap menyala agar motor terlihat jelas oleh pengendara lain.
Astra Motor Sumsel berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat lebih sadar bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama. Momentum Ramadan seharusnya menjadi ajang melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan raya.
“Dengan semangat #Cari_Aman, Astra Motor Sumsel mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama, agar ibadah puasa tetap lancar dan semua dapat kembali ke rumah dengan selamat bersama keluarga.” pungkasnya. (edi)


















