Ambon, KRsumsel.com – Wali Kota Ambon Maluku Bodewin M Wattimena mengimbau warga yang akan melakukan perjalanan mudik menjelang perayaan Natal agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Kita mengimbau bagi yang mau bepergian dari Ambon ke kampung halaman untuk berhati-hati dan jaga keselamatan,”kata Wali Kota Bodewin di Ambon, Senin (8/12).
Peringatan ini disampaikan menindaklanjuti informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait intensitas hujan tinggi dan potensi banjir pesisir.
“Info dari BMKG tanggal 3 sampai 12 Desember itu akan terjadi cuaca ekstrem yang menyebabkan bisa terjadi banjir rob, banjir yang air laut masuk ke pemukiman,”ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca tersebut juga berpotensi memicu gelombang tinggi, terutama pada jalur transportasi laut antar-pulau yang banyak digunakan pemudik. Karena itu lanjutnya, masyarakat diminta mengikuti arahan otoritas pelabuhan maupun operator kapal sebelum melakukan perjalanan.
Baca juga: Dugaan Penipuan Wedding Organizer, Ini Penjelasan Polsek Cipayung
Ia mengatakan, tanda-tanda cuaca ekstrem sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir dengan munculnya genangan air di sejumlah titik kota.
“Beberapa hari lalu ketika hujan turun, terendam di Jalan Ay Patty dan Sam Ratulangi walau cuma sebentar,”katanya.
Selain imbauan kepada pemudik, pemerintah kota juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi teknis telah menyiagakan personel serta menyiapkan langkah antisipasi guna mengurangi dampak potensi bencana selama periode cuaca ekstrem.
Ia juga meminta warga memanfaatkan kanal informasi resmi pemerintah dan BMKG untuk memastikan data yang diperoleh akurat, terutama bagi pengguna transportasi laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan gelombang.
Pemerintah berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan, gangguan perjalanan, maupun kerugian material selama momentum mudik dan perayaan Natal.(net)
















