Rejang Lebong, KRsumsel.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu saat ini tengah mencarikan peluang pekerjaan untuk pencari kerja atau pencaker di wilayah itu yang jumlahnya lebih dari 170.000 orang.
“Jumlah pencari kerja ini setiap tahun terus bertambah sementara lapangan pekerjaan tidak bertambah, untuk itu kami akan berupaya mencarikan peluang pekerjaan mereka dengan menjalin komunikasi kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Bengkulu maupun luar Bengkulu,”kata Kepala Disnakertrans Rejang Lebong M Andhy Afriyanto saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (19/10).
Baca juga: Realisasi Investasi Dalam Negeri Cetak Rekor Tertinggi Dalam 18 Tahun
Dia menjelaskan, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan data dari BPS setempat lebih dari 170.000 orang. Jumlah ini terus bertambah setelah adanya kelulusan sekolah tingkat SMA sederajat maupun perguruan tinggi.
Langkah yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi jumlah pencari kerja di wilayah itu, kata dia, ialah dengan memberikan akses informasi kerja dengan mengumumkan melalui media sosial, publikasi di media massa maupun Media Center Pemkab Rejang Lebong.
“Sekarang setiap lowongan pekerjaan baik dari perusahaan swasta, BUMN maupun BUMD kami kumpulkan dan kemudian disebarkan melalui media sosial serta jaringan komunikasi resmi pemerintah. Hal ini agar masyarakat Rejang Lebong yang sedang mencari pekerjaan bisa mengetahuinya,”terang Andhy.
Pemanfaatan teknologi digital dan jaringan media pemerintah tersebut menurut dia, dianggap lebih efektif dari pada melaksanakan job fair atau bursa kerja, apalagi saat ini pemerintah sedang berhemat karena adanya efisiensi anggaran.
“Masyarakat yang belum paham dengan sistem digital ini, bisa datang ke Disnakertrans dan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Rejang Lebong untuk berkonsultasi. Ada petugas kami yang akan melayani mereka yang datang setiap harinya,”tambah dia lagi.
Selain mencari peluang pekerjaan di dalam negeri, pihaknya juga mendorong para pekerja di daerah itu untuk mengikuti seleksi bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Terhitung akhir Juli 2025 lalu jumlah warga Rejang Lebong tercatat sebagai PMI mencapai 194 orang, di mana mereka ini bekerja melalui agen resmi dengan jenis pekerjaan di sektor perkebunan, konstruksi, perhotelan, cleaning service, industri elektronik, peternakan dan perawat lansia, serta asisten rumah tangga (ART).
Adapun negara-negara tempat PMI ini bekerja di antaranya ialah di negara Taiwan, Malaysia, Turki, Jepang, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Korea Selatan, Polandia, Jerman serta Brunei Darussalam.(net)















