Diskumdagri Tanah Bumbu Tera Alat UTTP SPBU Jelang Idul Fitri

oleh
oleh
Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu

Krsumsel.com – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan melakukan pengawasan terhadap alat ukur, timbang, takar, dan perlengkapan lainnya (UTTP) terhadap pompa ukur BBM di SPBU kota setempat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah 2023.

“Pengawasan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti surat edaran Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan tentang kegiatan peningkatan pengawasan,”kata Kepala Diskumdagri Kabupaten Tanah Bumbu H Denny Haryanto di Batulicin, Senin (10/4). 

“Pengawasan ini juga untuk memberikan perlindungan konsumen atas jaminan kebenaran hasil pengukuran dan transaksi perdagangan,”jelas Deny. Hasil pengawasan yang dilakukan masih dalam kondisi aman atau wajar. Sehingga kepada para pemudik atau pengguna BBM tidak perlu khawatir.

H Denny juga mengucapkan terimakasih kepada pemilik SPBU yang telah membantu pemerintah daerah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya terkait UTTP tersebut.

“Semua hasil kegiatan pengawasan yang telah kami lakukan akan dilaporkan ke Direktorat Metrologi. Pengawasan dilakukan di SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Batulicin dan Kecamatan Simpang Empat, selanjutnya kami akan ke SPBU yang ada di Kecamatan lainnya,”tegas Denny.

Sebelumnya, Pemkab Tanah Bumbu juga mengusulkan pembangunan instalasi tera ukur mobil tengki pengangkut BBM ke Kementerian Perdagangan RI sebagai upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui metrologi legal.

“Anggaran yang kami usulkan melalui dana alokasi khusus (DAK) periode 2022 sebesar Rp2,7 miliar, semoga usulan itu dapat segera terealisasi,”kata Kepala DKUMP2 Tanah Bumbu H. Deny Haryanto melalui Kepala Bidang Perdagangan H Hariansyah di Batulicin. 

Ia menjelaskan, target PAD tahun 2021 yang di kelola oleh DKUMP2 Tanah Bumbu Rp150 juta, terealisasi sebesar Rp200 juta. “Di Tanah Bumbu ada sekitar 350 unit mobil tangki yang mengangkut BBM, dari jumlah tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan PAD melalui metrologi legal,”katanya.(net)