Pontianak, KRsumsel.com – Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat ditunjuk oleh Global Covenant of Mayors (GCoM) for Climate and Energy sebagai kota percontohan dalam berkomitmen melakukan aksi nyata berkaitan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta akses terhadap energi yang berkelanjutan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis mengatakan pihaknya segera membentuk kelompok kerja (pokja) untuk rencana aksi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di Kota Pontianak dengan bimbingan tim dari GCoM.
“Pokja yang terlibat seperti Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan instansi terkait lainnya, yang mana hasil diskusi pokja akan dibawa ke forum Asia,” ujarnya usai menerima kunjungan dari Tim GCoM di Ruang Pontive Center.
Edi menambahkan, ada beberapa poin strategis penanganan berdasarkan kondisi eksisting Kota Pontianak seperti rentan terhadap banjir, genangan air, penanganan sampah, kemudian penghijauan dan lainnya.
“Terpilihnya Pontianak sebagai kota percontohan se-Indonesia lantaran letaknya tepat berada di garis khatulistiwa dan mempunyai komitmen serius terhadap penanganan lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Team Leader, Environmental and Sustainable Development Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) Asih Budiati menyatakan, program ini adalah inisiatif yang didanai sepenuhnya oleh Uni Eropa, dan Kota Pontianak terpilih sebagai salah satu kota percontohan di Indonesia selain Tangerang, Minahasa Utara, dan Medan.
“Nanti sebagai kota percontohan kita akan membantu penyusunan rencana aksi daerah terkait penurunan emisi gas rumah kaca atau disebut sebagai mitigasi, kemudian analisa kerentanan dan risiko iklim atau adaptasi,” ungkapnya.













