Menurut dia, meneladani perjuangannya, kaum perempuan masa kini harus selalu arif dan bijaksana dengan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan berkualitas sebagai perempuan-perempuan hebat Maluku.
“Pemancangan patung dan penandatanganan prasasti Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu wujud dari penghormatan dan penghargaan kita terhadap pengorbanannya dalam membela dan mempertahankan tanah Maluku dari cengkeraman penjajah,” ucap dia.
Dikatakannya lagi, perempuan Maluku masa kini memiliki peran ganda dalam kehidupannya, tidak hanya sebagai pribadi yang mandiri tapi juga berperan sebagai istri dalam mendampingi suami, dan sebagai ibu yang melahirkan anak dan terus berupaya mendampingi mereka.
Melalui pendampingan tersebut, maka muncul generasi perempuan Maluku yang tangguh dan dapat tumbuh dalam situasi apa pun, mampu berinovasi dan meningkatkan kreativitas diri di berbagai bidang, bahkan perempuan Maluku saat ini juga ikut memegang peran penting di bidang politik.
“Perempuan itu unik, tidak hanya dikaitkan dengan kecantikannya saja, tetapi perempuan memiliki kharisma tersendiri yang tidak dimiliki oleh kaum laki-laki,” ujar Widya Pratiwi Murad.
Penandatangan prasasti patung Martha Christina Tiahahu dihadiri oleh ahli waris sang pahlawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangaji, Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Maluku Djalaludin Salampessy.
Juga Kepala Inspektorat Maluku Rosida Soamole, Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Prof M.J. Saptenno, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Yance Z Rumahuru.(Anjas)













