Ambon, Krsumsel.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan daring yang marak terjadi selama libur Hari Raya Idul Fitri.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Yoga Putra Prima Setyl di Ambon, Sabtu, (21/3) mengatakan, momen Lebaran kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan, seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital dan komunikasi masyarakat.
Ia menjelaskan, sejumlah modus yang perlu diwaspadai antara lain penipuan melalui tautan palsu (phishing), penawaran promo belanja fiktif, donasi palsu, hingga peretasan akun media sosial dan pencurian data pribadi.
“Selama libur Lebaran, masyarakat cenderung lebih aktif bertransaksi secara daring dan berbagi informasi melalui media sosial. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya, sehingga warga harus lebih berhati-hati,”kata dia.
Baca juga: TNBTS Tambah 1.000 Kuota Perhari Kunjungan ke Bromo
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mencurigakan, memastikan sumber informasi atau penawaran berasal dari pihak resmi, serta tidak membagikan data pribadi seperti nomor identitas, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah pada akun media sosial maupun aplikasi keuangan guna mencegah peretasan.
Dirinya juga menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan digital, termasuk melalui media sosial dan patroli siber, guna menekan angka kejahatan daring selama periode libur Lebaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dengan menyaring setiap informasi, mengidentifikasi potensi risiko, serta menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak menjadi korban kejahatan siber,”ujarnya.
Polresta Ambon juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan daring agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Dengan meningkatnya kewaspadaan bersama, diharapkan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman dan nyaman tanpa gangguan kejahatan digital.(net)

















