“Skor kita itu cukup tinggi ada di angka 87. Artinya, warga Makassar sudah banyak yang melek dengan teknologi dan menggunakan sistem transaksi nontunai. Pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu indikator banyaknya orang menggunakan transaksi nontunai,” katanya.
Selain itu, ia juga mengaku jika pihaknya masih terus berupaya memperkenalkan digital daerah ini ke masyarakat kita utamanya tentang quick response code (QR Code).
“Makanya kita memperkenalkan tentang QR code ke masyarakat, kita akan meng QR codekan satu juta lima ratus orang ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Danny juga menyampaikan gerakan ekonomi rakyat dengan memeriahkan HUT kota Makassar dengan sajian kopi dengan taripang.
“Akhirnya beliau memerintahkan seluruh perbankan pada jam 9.11 minum kopi dan taripang. Ini bahagian daripada semarakkan ulang tahun kota untuk membangkitkan ekonomi rakyat,” ucapnya.(Anjas)













