113 Mahasiswa Unhas KKN Internasional ke Enam Negara Asia

oleh

Makassar, Krsumsel.com Sebanyak 113 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang akan menjalankan program pengabdian dan pembelajaran di enam negara Asia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin di Makassar, Jumat (12/6) mengatakan, selama kurang lebih 28 hari, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas berbasis pengabdian, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan di Jepang, China, Taiwan, Thailand, Malaysia dan Timor-Leste.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai lulusan yang adaptif, berdaya saing, serta memiliki perspektif global dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat.

Prof Ruslin menegaskan, pengalaman belajar di tingkat internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa di era globalisasi yang semakin dinamis.

“Mahasiswa Unhas harus mampu menjadi pembelajar yang adaptif sekaligus agen perubahan,”ujarnya.

“KKN Internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas, memahami keberagaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”sambung Prof Ruslin.

Baca juga: Diduga Gagal Berangkat Umroh, Pasutri ini Laporkan Trevel Tours

Lebih lanjut dia berharap, para peserta dapat menjadi representasi terbaik Unhas selama menjalankan program.

Kehadiran mahasiswa di negara tujuan diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat, tetapi memperkuat jejaring dan hubungan kerja sama yang telah dibangun Unhas dengan berbagai mitra internasional.

Kepala Subdirektorat KKN pada Direktorat Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas Dr Syarifuddin Mabe Parenreng menjelaskan, dari 113 mahasiswa yang terlibat, 60 diantaranya mengikuti Program KKN Internasional–Enrichment Program Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang dilaksanakan di Jepang, China, Taiwan dan Thailand.

Sementara itu, 53 mahasiswa lainnya akan menjalankan KKN Internasional di Malaysia dan Timor-Leste

Menurut Syarifuddin, KKN Internasional merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan keilmuan secara langsung di masyarakat.

“Kami berharap peserta tidak hanya membawa ilmu untuk dibagikan kepada masyarakat, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan perspektif baru yang dapat memperkaya proses pembelajaran mereka di kampus,”jelas Syarifuddin.(net)