“Kemitraan ini mengandung semangat leave no one behind. Dalam kegiatan kedua ini adanya partisipasi peserta dari beberapa sektor swasta seperti perusahaan dan akademisi serta peningkatan jumlah peserta perempuan mencapai 39 persen,” kata Koordinator Komponen Listrik Pedesaan PERER GIZ Madagaskar Jasper Haerig.
Pada pelatihan ini para peserta mempelajari perencanaan dan pengembangan energi terbarukan terkait pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air skala kecil, dan pengelolaan sampah menjadi energi di Indonesia.
Mereka juga berdiskusi mengenai penerapan energi terbarukan dan tantangan yang dialami di negara masing-masing.
Kegiatan ini menghadirkan Tri Mumpuni dari Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) sebagai pengajar. Selain itu, pengajar lain berasal dari PT Gerbang Multindo Nusantara dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung.(Anjas)













