“Jika pelayanan administrasi kependudukan terpusat di pemerintah kabupaten saja, bagaimana dengan masyarakat di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten, seperti di Temajuk misalnya, masyarakat di Selakau Tua contohnya. Apalagi yang ingin mengurus administrasi kependudukan adalah lansia, tentu kesulitan,” katanya.
Peluncuran program pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan ini adalah peluncuran program unggulan kedua Satono-Rofi setelah program berobat gratis di kelas 3 atau Prosesar. Dia berharap seluruh stakeholder mulai dari kabupaten sampai tingkat desa bersinergi untuk mendukung keberhasilan program yang telah diluncurkan.
“Kita berbicara soal selembar kertas yang menentukan arah pembangunan dan kemajuan Sambas ke depan. Maka dari itu semua stakeholder harus mendukung program yang diluncurkan hari ini. Saya ucapkan selamat kepada Dinas Dukcapil sebagai leading sector yang telah berhasil mewujudkan program ini,” jelas dia.(Anjas)













