Karena itu, Gubernur Ali Mazi mengajak semua pihak jika ada persoalan terkait investasi dapat diselesaikan dengan duduk berdialog demi kemajuan Sulawesi Tenggara.
Provinsi tersebut, kata dia, memiliki berbagai sumber daya alam yang melimpah mulai pertambangan nikel, aspal, emas, termasuk pariwisata, perikanan, perkebunan dan pertanian yang dinilai dapat mendongkrat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Oleh karena itu saya mengimbau kepada kita semua, mari kita menciptakan suasana harmonisasi di Sulawesi Tenggara sehingga siapapun memilih untuk datang ke Sulawesi Tenggara,” ujar Ali Mazi.
Sebelumnya dalam ekspos dua tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi-Lukman Abunawas, selama periode 2018 hingga 2020 tingkat kemiskinan di provinsi itu mengalami penurunan sebesar 0,32 persen.
Gubernur Ali Mazi mengatakan angka kemiskinan Sulawesi Tenggara dari 11,32 persen pada 2018 menjadi 11 persen pada Maret 2020. Namun dampak pandemi COVID-19 terhadap tingkat kemiskinan kembali meningkat, akibatnya pada September 2020 mencapai 11,69 persen.













