“Jumlah ini berdasarkan perhitungan dari hasil pra-PON, raihan atlet pada kejuaraan sebelumnya dan juga konsistensi atlet pada kejuaraan sebelumnya,” ujar Nasir.
Guna mewujudkan target tersebut, KONI Kaltara bersama pengurus cabang olahraga yang lolos ke PON Papua terus berupaya meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet melalui pemusatan latihan daerah atau pelatda.
Sebelum keputusan penundaan PON diumumkan, para atlet telah melakukan pelatda dalam bentuk training camp (TC) desentralisasi selama tiga bulan. Selain itu, dilakukan pula TC mandiri karena kondisi pandemi.
“Tahun 2021 dilakukan pelatda sejak Maret hingga Mei, kemudian TC desentralisasi dari bulan Juni sampai September. Di pelatda ini juga termasuk try out untuk mengukur peningkatan kemampuan tanding atlet, dan sebagai evaluasi,” ungkap Nasir.
Mengingat tingginya persaingan dari daerah lain, ia pun berpesan kepada ketua kontingen Kaltara untuk selalu siap bekerja memfasilitasi para atlet dan para pelatih agar tampil maksimal saat pertandingan nanti. (Anjas)













