Pasca perlintasan Matahari tersebut, maka zona konvergensi antartropis (ITCZ) juga akan mulai bergerak melintasi Indonesia menuju ke utara. Sehingga, potensi angin kencang berdurasi singkat akan meningkat. yang perlu menjadi catatan, berbeda dengan Matahari melintasi Ka’bah, Marufin menegaskan, fenomena Matahari melintasi Indonesia tidak bisa dipergunakan untuk mengukur arah kiblat.
“Hari tanpa bayangan Matahari (Matahari melintasi Indonesia) tidak bisa digunakan untuk mengukur arah kiblat,” tegasnya. (****)


















