KRSUMSEL.COM, MUBA – Kasat Lantas Polres Muba AKP Rendy Novriadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan beruntun empat sepeda motor di Jalan Nasional Sekayu – Betung, Dusun 7 Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu, Jumat (6/11) sekira pukul 11.20 WIB.
Pasalnya, mayoritas pengendara yang terlibat masih anak di bawah umur dan tidak memiliki SIM. Satu orang luka berat dan empat orang luka ringan. Tidak ada korban meninggal dunia.
Laka beruntun itu melibatkan Yamaha N-Max biru tua tanpa nopol, Honda Beat Street, Yamaha Vixion krem Nopol B 3802 CFP, dan Yamaha Mio Soul ungu tanpa nopol.
Korban luka berat adalah pengendara N-Max, T (16), pelajar asal Bailangu. Ia mengalami patah tangan kanan dan luka robek di sekujur tubuh, kini dirawat di RSUD Sekayu.
Korban luka ringan adalah pengendara Vixion, Rudi Hartono (38), pengendara Beat Street J (16) dan penumpangnya N (15), serta penumpang Mio Soul S (13). Pengendara Mio Soul, W (12), tidak mengalami luka. Kerugian material ditaksir Rp 6.000.000.
Kronologi bermula saat N-Max yang melaju dari Sekayu menuju Betung berserempetan dengan Beat Street yang melaju searah di depannya. N-Max kemudian melebar ke kanan dan menghantam Vixion dari arah berlawanan. Hampir bersamaan, Beat Street juga berserempetan dengan Mio Soul yang melaju di depannya.
Keempat kendaraan kini diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Muba. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
AKP Rendy Novriadi kepada kantor berita KRSUMSEL.COM, Jumat (6/11) menegaskan kejadian ini harus jadi peringatan keras bagi orang tua.
“Kami sangat prihatin. Lagi-lagi anak di bawah umur yang mengendarai motor. Ini yang harus menjadi perhatian serius orang tua,” tegas AKP Rendy Novriadi.
Ia meminta orang tua berhenti memberikan motor kepada anak yang belum cukup umur.
“Kami imbau kepada orang tua, jangan berikan motor kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM. Jalan nasional itu bukan tempat belajar,” ujarnya.
Kasat Lantas Polres Muba itu juga mengingatkan pengendara untuk mengutamakan keselamatan.
“Utamakan keselamatan. Jangan kebut-kebutan, patuhi rambu, dan selalu gunakan helm. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” tutupnya.(Andi Slegar)












