Bidik Investasi dan Hilirisasi, Sriwijaya Economic Forum 2026 Dorong Kemandirian Pangan dan Energi Sumsel

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Penguatan hilirisasi dan Investasi menjadi langkah strategis dalam mendorong ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta peluang pengembangan industri pengolahan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk mengambil peran tersebut melalui optimalisasi sumber daya unggulan daerah.

Sejalan dengan potensi tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang. Acara ini merupakan upaya nyata tindak lanjut pembentukan Task Force Percepatan Investasi sebagai upaya untuk mendorong percepatan realisasi investasi di Sumatera Selatan.

Mengusung tema “Advancing Value-Added Development through Synergy to Strengthen South Sumatera’s Food and Energy Security”, forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, mendorong pengembangan investasi, serta mengakselerasi hilirisasi komoditas unggulan daerah dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan energi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dihadiri olehtamu kehormatan yang berkepentingan terhadap pelaksanaan investasi mulai dari Duta Besar Bangladesh, Wakil Duta Besar Tunisia, Konsul Kedutaan Bulgaria, termasuk pemangku kepentingan dari Pemerintah Daerah, yaitu Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Bupati Banyuasin, pimpinan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maupun investor dari 6 (enam) negara, dan lebih dari 100 (seratus) investor lain yang berkesempatan hadir.

Mengawali forum ini, dilakukan sesi diskusi panel yang disajikan untuk membahas perkembangan terkini dan strategi akselerasi investasi di Sumatera Selatan. Diskusi menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Pembahasan mencakup perkembangan investasi, strategi peningkatan kesiapan proyek investasi (Investment Project Ready to Offer/IPRO), kemudahan perizinan berusaha, skema pembiayaan, serta potensi hilirisasi komoditas unggulan daerah. Diskusi juga mengangkat asesmen dan prospek perekonomian Sumatera Selatan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Kegiatan dilanjutkan dengan opening remarks dari Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Selatan yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata wujud sinergi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, lembaga vertikal, dan berbagai pihak yang tergabung dalam Task Force Percepatan Investasi dalam rangka menegaskan pentingnya penguatan hilirisasi dan kolaborasi untuk mendukung ketahanan pangan serta energi sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.

Hal ini turut diperdalam oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono dalam welcoming speech menyampaikan perkembangan terkini ekonomi daerah, sekaligus mengangkat isu-isu strategis perekonomian Sumatera Selatan dan menghimpun berbagai gagasan serta rekomendasi kebijakan dari para pemangku kepentingan.

Baca juga: Gubernur Lemhannas Ajak Peserta P4N Studi Banding ke Vietnam

Kegiatan selanjutnya, yaitu sesi penayangan video finalis lomba Call for Essay serta pengumuman pemenang lomba tersebut. Selain itu, sebagai wujud penguatan ekosistem investasi Sumatera Selatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan dan Penyerrahan Letter of Intent oleh Weihong Biotechnology CO., LTD oleh Amanda Lin selaku CEO kepada Wakil Bupati Banyuasin sebagai bentuk ketertarikan untuk berinvestasi pada industri hilirisasi kelapa. Selain itu, juga dilakukan Launching Website Sriwijaya Invest (sriwijayainvest.com) sebagai sarana promosi dan diseminasi informasi peluang investasi daerah.

Acara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru yang dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sinergi hilirisasi pangan dan energi di Sumatera Selatan sejalan dengan prioritas nasional yang tertuang dalam delapan agenda pembangunan nasional (Asta Cita) Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, Sumatera Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi pada tingkat nasional melalui pengembangan hilirisasi berbasis keunggulan komparatif daerah yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya memperluas promosi investasi daerah, SEF 2026 turut menghadirkan Investment Talks yang berfokus pada peluang investasi dan hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Selatan. Sesi ini membahas potensi pengembangan industri kopi dan kelapa, penguatan industri pengolahan ikan patin, investasi budidaya udang vaname, serta pengembangan industri sapi. Berbagai pembahasan diarahkan untuk mengidentifikasi peluang investasi konkret, kebutuhan pengembangan rantai pasok, model kemitraan dengan pelaku usaha lokal, serta potensi peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Lebih lanjut, kegiatan ini turut membuka peluang penjajakan kerja sama investasi melalui kegiatan business matching dengan calon investor dan mitra strategis dari berbagai negara, antara lain Bulgaria, Tunisia, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Bangladesh. Penjajakan tersebut mencakup peluang investasi pada industri pengolahan kelapa di Banyuasin, pengolahan patin terintegrasi di Ogan Ilir, budidaya udang vaname di Ogan Komering Ilir, serta pengembangan industri sapi dan pengolahan hasil peternakan. Selain itu, terdapat peluang kerja sama pengelolaan limbah peternakan dan pengembangan pupuk organik melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.