BPBD Babel Waspadai Banjir Rob Selama Musim Pancaroba

oleh

Krsumsel.com, Pangkalpinang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai potensi banjir dan banjir rob selama peralihan musim kemarau panjang ke musim hujan atau pancaroba di daerah itu.

“Selama musim pancaroba ini akan memunculkan musim angin barat yang cukup ekstrem, sehingga berpotensi terjadi gelombang tinggi dan meningkatnya air pasang laut di daerah ini,”kata Plt Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Agus Afandi di Pangkalpinang, Sabtu (7/11).

Baca juga: Pemkab Natuna Kedepankan Mediasi Dalam Penanganan Cerai ASN

Ia mengatakan, musim pancaroba dari kemarau panjang ke hujan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi pada awal November 2026, sehingga akan memicu perubahan cuaca cukup ekstrim yang berpotensi terjadi berbagai bencana alam seperti banjir, banjir rob, angin kencang, angin puting beliung dan lainnya.

“Kita sudah memperkirakan sebelumnya, bahwa pada awal November tahun ini Kepulauan Babel sudah memasuki musim pancaroba, antara musim panas ke musim hujan yang tentunya akan menimbulkan berbagai cuaca ekstrim,”katanya.

Ia menyatakan, potensi banjir ini sangat tinggi terutama di wilayah-wilayah pesisir, karena jika terjadi hujan lebat disertai air pasang laut yang tinggi tentunya akan mengakibatkan banjir di daerah ini.

“Apabila terjadi hujan dan air pasang laut, biasanya akan terjadi banjir rob di wilayah-wilayah pesisir yang rendah terutama daerah di pinggiran sungai dan pantai,”katanya.

“Kami berharap pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat untuk segera membersihkan sampah-sampah di aliran sungai, drainase dan lainnya, guna meminimalisasi terjadinya bencana banjir ini,”katanya.(net)