KRSUMSEL.COM, MUBA – Plakat Tinggi jadi titik kumpul perlawanan Karhutla. Tim Seskoad TNI AD, Camat, Danramil, dan Kapolsek Plakat Tinggi duduk satu meja dengan 50 warga, Kamis (5/11).
Bukan rapat biasa. Ini peringatan keras: Muba tidak boleh lagi jadi langganan asap.
Rombongan Seskoad dipimpin Kolonel Inf Wahyu Nugroho, didampingi 10 perwira. Di barisan Forkopimcam, hadir lengkap Camat Rudi, Danramil Kapten Inf Haryanto dan Kapolsek Plakat Tinggi IPTU M. Syazili.
Kehadiran Kapolsek bukan sekadar pelengkap. Di wilayahnya, Polri jadi ujung tombak penegakan hukum Karhutla. Jika ada yang nekat membakar lahan, hukum menanti.
*Camat: Target Kita Jelas, Plakat Tinggi Bebas Karhutla!*
Camat Rudi langsung pasang target.
“Setelah ini masyarakat harus paham. Plakat Tinggi harus bebas dari Karhutla,” tegasnya.
Jangan cuma didengar, tapi dipraktikkan. Terutama saat buka lahan.
*Kolonel Wahyu: Tanpa Rakyat, Semua Sia-Sia!*
Kolonel Wahyu tidak menutup-nutupi. Negara sudah hadir lewat Seskoad, tapi kunci ada di tangan rakyat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan TNI-Polri dan pemerintah. Tanpa peran aktif masyarakat, semua akan sia-sia.”
Artinya jelas: Aparat bisa patroli, tapi yang menjaga kebun dan hutan setiap hari adalah warga sendiri.
Kapolsek, Danramil, Camat Kompak: Kami Hadir, Warga Jangan Takut Melapor!
Inilah kekuatan Plakat Tinggi hari ini. TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan satu suara. Mayor Cpn Arga Horgantoro yang jadi narasumber membuka ruang tanya jawab. Warga bebas bertanya soal sanksi, cara melapor titik api, hingga cara buka lahan yang aman.(Andi Slegar)












