Puluhan Orang Bersenjata Tajam Serang Warga Pertahanan Ujung, Ketua RT dan RW Jadi Korban Pembacokan

oleh

Krsumsel.com, PALEMBANG – Peristiwa berdarah terjadi di Jalan Pertahanan Ujung, RT 73, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan orang membawa senjata tajam (Sajam) melakukan penyerangan dan pembacokan terhadap warga yang berada di lokasi kejadian.

Akibatnya, terdapat tiga korban dari warga yang mengalami luka berat berupa bacokan Sajam jenis parang dan pedang di sekujur tubuhnya seperti dada, tangan, pinggang, kaki, dan lainnya. Para korban yakni Al Hadi Ketua RT, dan Hafiz Ketua RW, dilarikan ke RS Muhammadiyah Palembang. Sementara itu, korban Irfani warga dilarikan ke RS Hermina Jakabaring Palembang.

Para korban akhirnya melaporkan kejadian dialaminya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, melalui Kuasa Hukumnya, Titis Rachmawati, SH MH didampingi Bayu Prasetya Andrinata, SH.

Laporan diterima Pengeroyokan UU No 1 Tahun 2023 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 KUHP. Dan laporan lainnya Pengrusakan.

Baca juga: Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida AS, 9 Orang Tewas

“Kita melaporkan ada kejadian yang menimpa keluarga saya, dikeroyok atau dianiaya sampai terjadi pembacokan dengan secara brutal dan sadis. Kejadiannya, di Jalan Pertahanan Ujung, RT 73, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang,” ujar Titis Rachmawati, SH MH, saat diwawancarai usai membuat laporan polisi didepan SPKT Polrestabes Palembang, Senin (2/11/2026) siang.

Lebih jauh kata Titis menyebutkan bahwa, satu hari sebelum kejadian ada saudara RJ yang mendatangi Polsek SU II, katanya akan melakukan pengukuran tanah di TKP.

“Iya datang ke Polsek SU II saya meliat melalui medsos TikTok, sempat komunikasi sama beliau jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan. Ternyata hari ini tanpa ada pemberitahuan ke Polsek SU II, terlapor langsung kesana langsung melakukan pembacokan,” jelas Titis.

Ditanyakan dugaan adanya persoalan sengketa tanah. Titis mengatakan, jika masalah sengketa tanah kita sudah berada diposisi jalur hukum semua. “Jadi, saya melihat ini bukan persoalan sengketa tanah, jadi memang berupaya untuk menghilangkan nyawa orang lain,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk korban saat ini ada tiga orang yang terluka parah semua. “Luka bacok di dada, perut, tangan, kaki, dan sekarang masih dalam proses operasi di RS Hermina. Kebetulan keluarga saya itu salah satu RT dan RW disana, dan terjadi juga pengerusakan terhadap rumah dan kendaraannya. Akibatnya, satu motor hancur, juga rumah, dan mobil hancur,” bebernya.

Oleh karena itu, Titis berharap kepada Kepolisian dengan secara tegas, aktor intelektual penyerangan tersebut diamankan.

“Kita minta Polrestabes Palembang mengamankan aktor intelektualnya dulu, karena sudah jelas bukti berupa video dan sangat jelas para pelakunya dan secepatnya diamankan,” katanya.(Kiki)