Krsumsel.com, Jambi – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha memprakirakan delapan wilayah di Provinsi Jambi berpotensi diguyur hujan hingga dua hari ke depan.
“Ada potensi hujan (wilayah Jambi),”kata prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi Harry Taufik Kurniawan di Jambi, Rabu (9/9).
Berdasarkan data resmi BMKG yang berlaku Rabu (9/9) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB dari 11 kabupaten/kota, delapan daerah berpotensi di guyur hujan.
Baca juga: Guru Mengaji di Aceh Utara Terima Rumah Baru dari TNI AD
Delapan wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kerinci, Merangin, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Bungo, dan Kota Sungai Penuh. Dia mengatakan, berdasarkan waktu, hujan diprediksi turun pada siang, sore, malam hingga pagi.
Sementara itu, di sisi lain satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla) Provinsi Jambi memastikan pihaknya tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.
Komandan satgas Karhutla sekaligus Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan selain pemadaman di lapangan, pemerintah tengah mengupayakan operasi modifikasi cuaca yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026.
“Mudah-mudahan 10 September tim akan melakukan modifikasi cuaca. Semoga ketemu bibit hujannya. Kita harapkan di wilayah Batang Hari ada bibit hujan sehingga memudahkan tim melakukan OMC nantinya,”ujar Al Haris.
Ia menambahkan, untuk percepatan penanganan karhutla di Jambi, pihaknya telah menambahkan perkuatan personel lapangan. “Satgas telah melakukan penambahan personel dari sebelumnya 5.900 orang menjadi tujuh ribu personel,”ungkapnya.(net)
















