Krsumsel.com, Banjarmasin – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Kalimantan Selatan pada pekan ke-33 mulai berangsur menurun setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan, tren penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap.
“Kasus ISPA rata-rata sebelumnya sekitar 5.000 kasus. Meningkat menjadi sekitar 7.000. Tetapi minggu kemarin, yaitu minggu ke-33, sudah agak berkurang dibandingkan minggu ke-32,”kata Kadinkes tanpa menyebutkan angka penurunannya secara detail, Rabu (2/9).
Baca juga: Kejari OKI Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi KUR BRI Pampangan
Menurut Kadinkes, penurunan kasus pada pekan terakhir diharapkan menjadi awal dari tren yang terus membaik. Kendati demikian kata dia, masyarakat tetap dianjurkan untuk terus menjaga kesehatan dan langkah perlindungan diri.
“Mudah-mudahan trennya akan semakin turun, walaupun saat ini masih tinggi dibandingkan sebelum terjadinya kabut asap,”katanya. Dinas Kesehatan Kalsel bersama jajaran kesehatan di kabupaten/kota terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA.
Surveilans dilakukan untuk melihat kecenderungan kasus sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Masyarakat juga diimbau meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap.(net)


















