Krsumsel.com, Jambi – Kapolres Sarolangun Polda Jambi AKBP Wendi Oktariansyah memastikan pihaknya memproses kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI yang diduga dilakukan warga Orang Rimba di salah satu perkebunan secara profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti.
“Kami mengapresiasi langkah para pihak yang memilih untuk menyerahkan diri dan menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum,”kata Wendi dari keterangan di Sarolangun, Senin (31/8).
Polisi memastikan, setiap tahapan proses hukum dilakukan sesuai prosedur teknis serta berdasarkan fakta lapangan. Kapolres meminta seluruh pihak tidak mengambil tindakan main hakim sendiri yang dapat memperkeruh keadaan.
Ia juga mengimbau pihak keluarga maupun masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum teruji kebenarannya. “Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian dan hormati proses hukum yang sedang berjalan,”tegasnya.
Baca juga: Bulog Tambah Pasokan Beras SPHP di Belitung 500 Ton
Sebelumnya, lima warga Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Air Panas yang diduga melakukan pengeroyokan pada Minggu (30/8) sore telah menyerahkan diri ke Polres Sarolangun.
Penyerahan diri tersebut menjadi babak baru penanganan kasus yang terjadi di kawasan PT Sari Aditya Loka (PT SAL) Kabupaten Sarolangun. Kelima warga berinisial R, D, W, Rn, dan J itu tiba di Mapolres Sarolangun sekitar pukul 17.20 WIB.
Mereka datang didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat Jailani, Temenggung Nangkus, dan Jenang Jalaludin. Kemudian sekitar 15 warga SAD lainnya turut mengantar proses penyerahan diri tersebut.
Setibanya di Mapolres, kelima warga langsung diterima petugas kepolisian. Berdasarkan pendataan awal, kelimanya diketahui belum memiliki KTP.
Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas, dua warga SAD lainnya berinisial B dan N juga berencana menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Sarolangun untuk menjalani pemeriksaan.
Di sisi lain, penyidik Satreskrim Polres Sarolangun telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak TNI-AD Yonif 896/Serumpun Pseko yang mengetahui maupun berkaitan dengan kejadian tersebut.
Polisi kini tidak hanya memeriksa warga SAD yang menyerahkan diri, tetapi juga mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.(net)
















