Krsumsel.com, Pekanbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyiapkan bantuan 18 ribu pieces masker untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan akibat memburuknya kualitas udara dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah tersebut.
Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan, Pemkab Pelalawan juga mengajukan kebutuhan masker oksigen untuk mendukung penanganan dampak kabut asap. Bantuan masker oksigen nantinya akan didistribusikan ke Posko-Posko penanggulangan melalui pemerintah setempat.
“Pelalawan meminta 18 ribu masker. Saat ini permintaannya sedang kami siapkan untuk dikirim ke sana,”katanya di Pekanbaru, Sabtu (22/8).
Dia mengatakan, memburuknya kualitas udara di Pelalawan saat ini karena dipicu asap dari karhutla yang terjadi di Kecamatan Kerumutan. Karhutla di wilayah tersebut cukup luas dan berada di kawasan dengan kondisi tanah bergambut.
Selain itu, vegetasi hutan yang masih rapat menimbulkan asap yang ditimbulkan cukup pekat. Oleh karena itu Zulkifli mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak Karhutla, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Baca juga: BMKG Deteksi Lonjakan 1.104 Titik Panas di Pulau Sumatera
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah yang terdampak karhutla. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker,”ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan masker penting dilakukan sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel dan polutan akibat asap karhutla, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Di sisi lain, Pemkab Pelalawan sendiri saat ini sudah mengambil langkah perlindungan terhadap pelajar dan tenaga pendidik.
Melalui dinas pendidikan setempat, para pelajar dan tenaga pendidik menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Aktivitas di luar ruangan juga dibatasi untuk mengurangi paparan asap.(net)
















