Krsumsel.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan kondisi prasarana dan operasional perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara tetap aman pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Simalungun, pada Sabtu (15/8) sore.
Manager Humas Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo di Medan, Minggu (16/8) mengatakan, KAI sempat memberlakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) terhadap seluruh perjalanan kereta api sebagai langkah pencegahan guna memastikan kondisi jalur dan prasarana aman sebelum operasional dilanjutkan.
Baca juga: 197 Orang Diamankan Saat Kasino di Batam Digerebek Bareskrim
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setelah menerima informasi gempa, kami langsung berkoordinasi dengan unit terkait dan memberlakukan BLB terhadap seluruh perjalanan kereta api. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jalur dan prasarana aman sebelum operasional dilanjutkan,”katanya.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 17.54 WIB dengan magnitudo 6,4 dan kedalaman 163 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 10 kilometer tenggara Simalungun Sumatera Utara. Getaran gempa turut dirasakan masyarakat di Kota Tebing Tinggi, Kabanjahe, Limapuluh, Simalungun Raya, Kota Pematangsiantar, hingga Pangururan.
Pemeriksaan secara menyeluruh dilakukan oleh tim KAI Divre I Sumatera Utara yang mencakup kondisi jalur rel, bangunan stasiun, hingga prasarana perkeretaapian lainnya untuk memastikan tidak ada kerusakan yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Pada pukul 18.50 WIB, pemeriksaan prasarana di seluruh wilayah Sumatera Utara selesai dilakukan dan dinyatakan aman. Selanjutnya, operasional kereta api mulai dijalankan kembali secara bertahap sesuai dengan batas kecepatan yang diizinkan.(net)
















