Pangan Aman, Inflasi Terjaga: Sumsel Gabungkan GSMP–MBG dalam Satu Ekosistem

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumsel dan Kanwil DJPb Sumsel.

Bertempat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, ketiganya resmi meluncurkan inovasi Ekosistem Rantai Pasok Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan untuk Makan Bergizi Gratis (GSMP–MBG) yang dirangkaikan dengan High Level Meeting TPID Sumsel.

Sinergi lintas sektor ini dirancang khusus untuk memperkuat ketahanan pangan, menekan inflasi, mendongkrak ekonomi daerah, sekaligus menyukseskan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dipimpin langsung Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, agenda strategis ini dihadiri Deputi I Bapanas I Gusti Ketut Astawa, Staf Khusus Kemenkop Ambar Pertiwiningrum, Kepala KPwBI Sumsel Bambang Pramono, Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sumsel, serta para pemangku kepentingan sektor pangan, koperasi, dan perbankan.

Laju Ekonomi dan Inflasi Terjaga Dalam pembukaannya, Kepala KPwBI Sumsel Bambang Pramono memaparkan bahwa perekonomian dan inflasi Sumsel tetap solid di tengah ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga, industri pengolahan, hingga hilirisasi komoditas unggulan menjadi penopang utamanya.

“Inflasi Sumsel konsisten berada di bawah tingkat nasional. Capaian positif ini tak lepas dari suksesnya implementasi GSMP yang terus didukung Bank Indonesia sejak 2021,” jelas Bambang.

Integrasi Hulu-Hilir Demi Kesejahteraan Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sumsel Rahmadi Murwanto menegaskan bahwa Ekosistem GSMP–MBG dibangun untuk menyambungkan rantai pangan dari hulu ke hilir. Hasil produksi petani, peternak, nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), BUMDes, dan UMKM akan langsung terhubung secara berkelanjutan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/Dapur MBG. Skema ini makin kuat berkat dukungan sinergi fiskal, percepatan belanja daerah, hingga pembiayaan produktif melalui KUR, dana TJSL, dan matching fund BUMN/BUMD demi terciptanya sirkular ekonomi daerah yang menyejahterakan masyarakat.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan bahwa pembangunan sektor pangan di Sumatera Selatan menunjukkan tren yang semakin positif.

Baca juga: Pemprov Anggarkan Rp293 Miliar untuk Bangun RS Jantun -Stroke

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya Indeks Ketahanan Pangan yang menempatkan Sumatera Selatan pada peringkat keempat nasional, membaiknya kualitas konsumsi pangan masyarakat, serta menurunnya angka stunting dan kemiskinan.

Namun demikian, berbagai tantangan seperti keterbatasan anggaran, dampak perubahan iklim, alih fungsi lahan, gangguan distribusi, fluktuasi harga pangan, serta masih adanya kelompok masyarakat rentan miskin dan rawan pangan memerlukan langkah-langkah kolaboratif yang berkelanjutan.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mentransformasikan GSMP menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan Sumatera Selatan, yaitu model kolaborasi yang mengintegrasikan seluruh mata rantai pangan mulai dari produksi, agregasi, pengolahan, pembiayaan, hingga distribusi kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program, pada kesempatan tersebut juga dicanangkan Forum Kolaborasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Provinsi Sumatera Selatan sebagai wadah koordinasi dan sinergi antarinstansi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, serta pesantren sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Peluncuran Ekosistem Rantai Pasok GSMP–MBG oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dan Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Selatan, menjadi simbol ajakan bersatu serta seruan gotong royong untuk membangun kedaulatan pangan.

Selanjutnya turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama pengembangan ekosistem dalam skema government-to-government (G2G) dan business-to-business (B2B), sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan produksi pangan.

Selain itu juga turut diserahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa greenhouse kepada Pondok Pesantren Nurul Hidayah, revitalisasi greenhouse kepada Pondok Pesantren Ittifaqiah, Pondok Pesantren Ma’had Darul Ulum, dan Pondok Pesantren Nurussalam Sidogede, serta bantuan sumur bor kepada Kelompok Tani Sri Rezeki di Kabupaten Banyuasin.

Dukungan kepada pesantren ini dilakukan dalam rangka mendorong pesantren yang memiliki potensi menjadi sumber baru produksi pangan serta pertumbuhan ekonomi. Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan lokasi tanam bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui peluncuran Ekosistem Rantai Pasok GSMP–MBG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Indonesia, dan DJPb menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun sistem pangan daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha, mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, serta memperkuat kontribusi Sumatera Selatan dalam mewujudkan visi. Sumatera Selatan Maju Terus untuk Semua” dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.” pungkasnya. (edi)