Hadir di MWC Shanghai, Telkomsel & China Telecom Kembangkan Solusi 5G dan AI

oleh

KRSumsel.com, Jakarta – Telkomsel resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama China Telecom Global Limited (CTG) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai pada Rabu (25/6).

Melalui kemitraan strategis ini, kedua pihak siap mengembangkan solusi digital terintegrasi untuk sektor enterprise dan industri vertikal di Indonesia—terutama lewat pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), layanan ICT, serta optimalisasi jaringan 5G.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan konektivitas industri yang sangat beragam.

Mulai dari area terpencil, kawasan industri, pelabuhan, hingga area pertambangan, operasional bisnis kini membutuhkan konektivitas yang tak hanya andal dan aman, tetapi juga mampu mendukung pengambilan keputusan secara real-time.

Kebutuhan industri pun bergeser dari sekadar cakupan sinyal menjadi konektivitas berkinerja tinggi yang mampu menopang otomasi, AI, IoT, hingga edge computing.

Sinergi AI dan IoT menjadi kunci penting dalam mentransformasi operasional perusahaan. Perangkat IoT bertindak sebagai pengumpul data lapangan, sementara AI mengolahnya menjadi wawasan cerdas yang siap ditindaklanjuti.

Hasilnya, perusahaan dapat memantau aset secara presisi, mengantisipasi gangguan operasional, meningkatkan efisiensi, hingga memperkuat standar keselamatan kerja.

Dalam kolaborasi ini, CTG membawa kapabilitas teknologi tingkat global untuk pengembangan solusi AI, IoT, dan ICT. Teknologi tersebut akan dipadukan dengan keunggulan jaringan, kanal distribusi, serta pemahaman mendalam Telkomsel terhadap pasar Indonesia.

Kemitraan ini juga membuka peluang pengembangan solusi kartu SIM khusus AI dan IoT, serta penguatan konektivitas 5G dan LTE di berbagai sektor industri tanah air.

Baca juga: Dua Alat Berat Perusahaan Sawit di Aceh Tamiang Disita Jaksa 

VP Enterprise Product Management and Development Telkomsel, Kwok Wai Kiat,* menyatakan, Bagi Telkomsel, transformasi digital adalah tentang menghadirkan teknologi dan menciptakan dampak yang bermakna bagi dunia usaha dan berbagai sektor industri di Indonesia.

MoU dengan CTG ini menjadi langkah penting bagi Telkomsel dalam mendorong pengembangan solusi berbasis 5G, AI, IoT, dan ICT yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia, sekaligus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata yang membuka peluang pertumbuhan baru, serta membantu membentuk fase berikutnya dari transformasi digital dan industri Indonesia.

Wai Kiat menambahkan bahwa sebagai mitra transformasi digital yang terpercaya, Telkomsel terus berkomitmen untuk Melayani Sepenuh Hati dengan membantu pelanggan enterprise mengadopsi inovasi yang mampu menjawab kebutuhan strategis maupun operasional pelanggan.

Rekam jejak Telkomsel Enterprise dalam use case 5G untuk industri menunjukkan bagaimana konektivitas dapat diterjemahkan menjadi manfaat bisnis nyata. Di sektor pertambangan, Telkomsel menghadirkan 5G underground smart mining pertama di Asia Tenggara bersama Freeport Indonesia untuk pemantauan dan operasi jarak jauh, peningkatan produktivitas, efisiensi energi, serta keselamatan pekerja.

Telkomsel juga mendorong penerapan private 5G untuk smart industrial park di Halmahera, smart manufacturing bersama Toyota Indonesia, serta smart factory bersama Pegaunihan Technology Indonesia. Penerapan serupa juga dikembangkan untuk smart warehousing dan smart port, sehingga perusahaan dapat memantau aset, mempercepat alur kerja, meningkatkan akurasi operasional, dan memperkuat keamanan di lapangan.

VP Carrier Business China Telecom Global, Lu Faming, mengatakan,Dengan menggabungkan kapabilitas teknologi CTG di bidang AI, IoT, dan layanan ICT dengan pemahaman Telkomsel terhadap kebutuhan pasar, infrastruktur, dan pelanggan di Indonesia.

“kami berharap eksplorasi bersama ini dapat membuka ruang bagi solusi yang lebih relevan, aman, dan berdampak bagi transformasi digital di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan operasional.” pungkasnya. (edi)