Krsumsel.com, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjajaki kerja sama dengan delegasi Pemerintah Kota Jinggangshan Provinsi Jiangxi Tiongkok untuk mengembangkan potensi unggulan daerah, terutama garam, perikanan, pertanian, peternakan dan pariwisata.
“NTT memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan kemitraan, pengetahuan, inovasi, dan pengalaman dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan daerah,”kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Rabu (28/10).
Johni mengatakan, penjajakan kerja sama tersebut menjadi kesempatan bagi NTT untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus mendorong pengelolaan potensi daerah agar menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan yang dikemas dalam acara silaturahmi dan perkenalan itu dihadiri Bupati Belu, Bupati Timor Tengah Utara, Bupati Sabu Raijua, Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Kupang, serta delegasi Tiongkok yang dipimpin Executive Vice President Jiangxi People’s Association for Friendship with Foreign Countries, Tu Anbo.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Plakat Tinggi Damaikan Pasutri Cekcok di Sumber Rejeki
Johni menjelaskan, NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan, dan pariwisata. Namun, provinsi kepulauan tersebut masih menghadapi tantangan pembangunan, antara lain pemerataan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT mendorong kemitraan yang dapat mendukung pengembangan usaha lokal, pengolahan hasil produksi, investasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ia menyebut berbagai program daerah, seperti One Village One Product (OVOP), Gerakan Beli NTT, NTT Mart, dan Dapur Flobamorata, sebagai upaya memperluas pemasaran produk lokal dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyoroti potensi garam dan pariwisata yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra dari Tiongkok. Bupati Sabu Raijua juga menawarkan potensi industri garam, rumput laut, dan perikanan untuk membuka peluang investasi serta pengembangan ekonomi daerah.
Executive Vice President Jiangxi People’s Association for Friendship with Foreign Countries, Tu Anbo menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi NTT dan berharap pertemuan tersebut menjadi landasan bagi kerja sama yang berkelanjutan dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten di NTT.(net)












