KRSumsel.com, Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus bergerak membenahi wajah kota. Kali ini, langkah tegas diambil dengan menata ulang sistem perparkiran ke dalam empat zona, sekaligus membentuk Tim Penanganan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bersiaga di setiap kecamatan.
Terobosan ini dihadirkan demi mendongkrak kualitas pelayanan publik, khususnya dalam menciptakan kantong parkir yang tertib dan jalanan kota yang terang benderang.
Rencana strategis tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Penataan Empat Zona Titik Parkir dan Pembentukan Tim PJU di Ruang Rapat Parameswara, Jumat (31/7/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, serta dihadiri jajaran OPD terkait, para camat, dan lurah se-Kota Palembang.
“Penataan empat zona parkir ini kita lakukan agar pengelolaannya jauh lebih tertib, efektif, dan berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat,” ujar IsIsnaini.
Baca juga: Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur Diselidiki Kepolisian Jawa Barat
Dikatakannya, penataan empat zona parkir ini diharapkan dapat menciptakan sistem perparkiran yang lebih teratur sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Selain membahas sistem perparkiran, rapat tersebut juga menyepakati pembentukan Tim Penanganan Penerangan Jalan Umum (PJU) di setiap kecamatan.
Menurut Isnaini, keberadaan tim tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi dalam penanganan lampu jalan yang mengalami kerusakan maupun kebutuhan pemasangan PJU baru di wilayah masing-masing.
“Tim Penanganan PJU di setiap kecamatan akan berperan mempercepat koordinasi dalam penanganan lampu jalan yang rusak maupun kebutuhan pemasangan PJU baru, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara OPD, kecamatan, dan kelurahan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Melalui kolaborasi yang baik, setiap persoalan yang berkaitan dengan parkir maupun penerangan jalan umum dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkas Isnaini (edi)


















