KRSumsel.com, Palembang – Tak sekadar terkenal dengan kelezatan kuliner pempeknya, Kota Palembang menyimpan potensi wisata yang sangat besar. Jika dikembangkan secara optimal, “Bumi Sriwijaya” ini sangat berpeluang menyamai pamor destinasi unggulan Indonesia lainnya seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali.
Selama ini, beragam objek wisata di Palembang dinilai belum digarap secara maksimal. Namun, di bawah kepemimpinan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, langkah pembenahan nyata mulai terlihat. Salah satunya adalah revitalisasi kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak (BKB) serta tumbuhnya UMKM kuliner di sepanjang tepian Sungai Musi dengan latar megah Jembatan Ampera.
Selain itu, Palembang memiliki deretan bangunan bersejarah di sepanjang Sungai Musi yang bisa disulap menjadi kawasan wisata heritage—layaknya penataan Kota Tua di Jakarta atau Kota Kembang di Bandung.
Belajar dari Keberhasilan Daerah Lain
Palembang sebenarnya bisa mencontoh keberhasilan Bali, khususnya Desa Wisata Penglipuran. Desa tersebut berhasil menyulap pemukiman warga menjadi destinasi bersih dan rapi yang memberdayakan ekonomi lokal melalui penyewaan baju adat hingga produk UMKM.
Tak hanya itu, Palembang juga memiliki keunggulan geografis sebagai hubungan atau pintu gerbang pariwisata Sumatera Selatan. Dukungan akses Tol Lampung-Palembang mempermudah wisatawan menjangkau destinasi pendukung di sekitarnya, pantai, hawa sejuk pegunungan di Pagaralam hingga indahnya Danau Ranau di OKU Selatan.
Baca juga: Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Bocah Tenggelam di Sungai Enim
Ini merupakan Tantangan Kesadaran Masyarakat dan Pengelolaan:
Kendati kaya akan potensi kuliner, budaya, dan sejarah religi, tantangan terbesar Kota Palembang ada pada kesadaran masyarakat dan pemaksimalan tata kelola. Warga lokal dan pelaku usaha perlu belajar dari kota-kota wisata sukses dalam menyambut serta melayani wisatawan secara ramah dan profesional (hospitality).
Peluang Pasar yang Kian Terbuka: Langkah pembenahan ini didukung oleh tren pergerakan wisatawan yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan:
Lonjakan Wisatawan: Sepanjang tahun 2024, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Sumsel mencapai 18,14 juta perjalanan (naik 65,02% dibanding 2023), dengan puncak kunjungan pada bulan Desember sebanyak 2,02 juta perjalanan.
Tingkat Okupansi Hotel: Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang lima di Palembang mencapai 73,83% pada akhir tahun 2024.
Lama Menginap: Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang tercatat 1,28 malam.
Data ini menunjukkan bahwa pasar wisatawan sebenarnya sudah ada dan terus tumbuh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memperlama durasi tinggal (length of stay) mereka melalui sajian destinasi yang lebih menarik dan beragam diantaranya Car Free Day & Car Free Night.
Car Free Day (CFD) Palembang yang rutin diadakan setiap Minggu pagi di sepanjang Jalan Sudirman, Jembatan Ampera hingga Jembatan Flyover Jakabaring.
Car Free Night (CFN) Palembang di pusatkan di Jl. Kolonel Atmo setiap Sabtu malam menjadi destinasi Wisata Malam yang digagas pemerintah Kota Palembang
Optimisme Masa Depan, Jika penataan kawasan, pengembangan destinasi, dan strategi promosi dilakukan secara konsisten dan terintegrasi, Palembang tidak hanya menjadi kota transit, tetapi akan bertransformasi menjadi destinasi utama wisata kuliner, budaya, dan sejarah religi yang diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.
Dukungan dari Dinas Pariwisata Kota Palembang seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M. Irman, S.STP., M.Si mengatakan “Untuk menambah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Palembang, Dinas Pariwisata Kota Palembang melakukan antara lain dengan:
1. Menyusun event tahunan (Calender of Event) di Kota Palembang, sekaligus mendorong pihak swasta dan instansi lain untuk menjadikan Kota Palembang sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Confrence dan Exhibition) serta siap menjadi tuan rumah dalam setiap event perhelatan.
2. Memperkuat hubungan dengan seluruh pelaku industri pariwisata dan unsur multihelix dalam mengembangkan sektor kepariwisataan, misalnya dengan asosiasi travel agent dalem menjual paket wisata tematik dan mendorong Length of Stay serta Spending of Money para wisatawan.
3. Mengangkat Budaya dan Identitas lokal, Palembang dengan ragam kulinernya, wisata religinya, kekayaan sejarah budayanya, keindahan wastranya serta segala potensi sungai musi.
4. Mengoptimalkan 3A (Amenitas, Aksesibilitas, Atraksi) dan 2P (Promosi dan Pelaku Pariwisata) agar dapat menjamin keamanan, kenyamanan serta kenangan bagi wisatawan” pungkasnya.
Ayo masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang gali potensi daerahmu, agar mampu menjadi Destinasi Wisata Nasional maupun Destinasi Wisata Kelas Dunia. (edi)


















