Erupsi Gunung Lewotobi Masih Berlangsung Lontarkan Abu 1,4 Km

oleh

Krsumsel.com, Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendeteksi aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer dari atas puncak, Selasa (7/7).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan, letusan terbaru gunung api aktif tersebut terpantau terjadi pada siang ini pukul 11.37 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut,”kata dia.

Lana menjelaskan, rekaman data visual dan kegempaan dari seismogram menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter, dengan durasi kegempaan yang tercatat berlangsung selama kurang lebih 1 menit 27 detik.

Baca juga; Lakukan Pengeroyokan, 4 Remaja Berurusan Dengan Polisi

Menyusul tingkat aktivitas yang saat ini bertahan pada Level III (Siaga), Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat, serta tidak mempercayai isu-isu terkait aktivitas vulkanik yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Selain ancaman material erupsi, Badan Geologi meminta warga di sekitar daerah aliran sungai untuk mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah puncak.

Kewaspadaan banjir lahar dingin ini utamanya ditekankan bagi kawasan yang dialiri sungai berhulu dari puncak, seperti daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Badan Geologi sangat menyarankan penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya paparan abu vulkanik pada sistem pernapasan bagi penduduk yang terdampak sebaran hujan abu.

Lana menambahkan, demi menjaga keselamatan publik secara berkelanjutan, Pemerintah Daerah setempat diharapkan senantiasa memperkuat jalur koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung Jawa Barat.(net)