KRSumsel.com, Palembang – Gelombang solidaritas untuk Palestina di Kota pempek kembali membara. Ribuan warga Palembang memadati kawasan depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam Aksi Bela Palestina Jilid VI, Minggu (5/7/2026).
Di bawah sengatan terik matahari, semangat massa sama sekali tidak surut. Sebaliknya, gemuruh kepedulian justru semakin menguat, merefleksikan duka mendalam sekaligus dukungan moril yang tak pernah putus atas penderitaan rakyat Palestina.
Hadir langsung di tengah-tengah massa, Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si., memberikan orasi yang membakar semangat sekaligus menyentuh hati para peserta aksi.
“Kegiatan ini bukan sekadar aksi biasa, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan yang mengetuk hati kita semua,” tegas Ratu Dewa di atas podium.
Dikatakannya, aksi jilid keenam ini menjadi bukti nyata bahwa bagi warga Palembang, isu Palestina bukan lagi sekadar urusan geopolitik, melainkan luka bersama atas nama kemanusiaan yang harus terus disuarakan hingga kemerdekaan mereka terwujud.
Baca juga: Perempuan Paruh Baya Hilang Tenggelam di Sungai Musi
“Ini sudah jilid keenam kita berdiri di sini. Artinya, penderitaan saudara-saudara kita di Palestina belum juga usai. Kita hadir bukan karena politik, tetapi karena kemanusiaan,” ujar Ratu Dewa.
Ia menggambarkan kondisi memilukan yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat, di mana warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, terus menjadi korban konflik. Menurutnya, masyarakat Palembang tidak boleh tinggal diam melihat tragedi kemanusiaan tersebut.
“Ketika kita di sini bisa berkumpul dengan aman, di sana ada ibu yang memeluk anaknya yang sudah tak bernyawa, ada ayah yang mencari keluarganya di antara reruntuhan. Ini bukan soal jarak, ini soal hati nurani,” tegasnya.
Ratu Dewa juga menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak terbatas pada latar belakang agama, melainkan nilai universal sebagai sesama manusia.
“Kita tidak perlu menjadi Muslim untuk membela Palestina. Kita hanya perlu menjadi manusia untuk merasakan penderitaan mereka,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kabar duka dari dunia olahraga Palestina, yakni gugurnya kiper Salem Al-Ashqar akibat serangan di Khan Younis, yang meninggalkan istri dalam kondisi mengandung anak pertama.
“Ini kehilangan besar, bukan hanya bagi sepak bola Palestina, tetapi bagi sebuah keluarga. Anak itu akan tumbuh tanpa sempat mengenal ayahnya,” ungkapnya.
Aksi tersebut turut diwarnai penampilan grup musik Wali Band yang memberikan dukungan melalui lantunan lagu-lagu bernuansa kemanusiaan. Kehadiran mereka disambut antusias oleh peserta aksi.
Ratu Dewa mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang terus konsisten menunjukkan solidaritas. Ia mengajak warga untuk tidak lelah dalam menyuarakan dukungan, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan.“Setiap langkah kita hari ini, setiap doa dan donasi, adalah bukti bahwa kita berada di sisi yang benar. Jangan pernah merasa ini sia-sia,” katanya.
Ratu Dewa mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi keselamatan rakyat Palestina.
Aksi Bela Palestina Jilid VI ini menjadi bukti bahwa semangat solidaritas warga Palembang tetap menyala, menyerukan keadilan dan kemerdekaan bagi Palestina. (edi)

















