Bengkulu, KRsumsel.com – Universitas Bengkulu (Unib) memastikan pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN)-Barat 2026 yang digelar di kampus Unib berlangsung tertib dan bebas dari praktik kecurangan peserta.
“Pelaksanaan UTBK hari ini berjalan lancar dan tidak ditemukan indikasi kecurangan. Para peserta juga terlihat nyaman mengikuti ujian dengan dukungan fasilitas dan kondisi ruangan yang memadai,”kata Juru Bicara Panitia Lokal SMMPTN-Barat Unib Iqbal Rahmat Gani di Bengkulu, Kamis (18/6).
Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dilakukan panitia bersama unsur pimpinan Unib pada hari pertama pelaksanaan UTBK SMMPTN-Barat 2026 di kampus universitas terbesar di Provinsi Bengkulu itu.
Rektor Unib Indra Cahyadinata bersama para wakil rektor dan jajaran pimpinan universitas meninjau langsung sejumlah lokasi ujian untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
Pemantauan dilakukan di Laboratorium Sistem Informasi Fakultas Teknik, Laboratorium Komputer Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Laboratorium Komputer lantai tiga Gedung Perpustakaan, serta Laboratorium Komputer Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK).
Baca juga: Indonesia-Tiongkok Jajaki Kerjasama Bidang Pengobatan Tradisional
Ia menjelaskan, monitoring tersebut bertujuan memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dengan baik dan sistem pengawasan berjalan optimal guna menjaga kualitas serta integritas pelaksanaan seleksi mahasiswa baru jalur mandiri.
Selain memantau jalannya ujian, pimpinan universitas berdialog dengan para pengawas dan petugas di lokasi ujian untuk memperoleh laporan langsung mengenai efektivitas pengawasan serta berbagai langkah pencegahan terhadap potensi pelanggaran.
Rektor dan jajaran pimpinan turut menyapa para orang tua peserta yang menunggu putra dan putri mereka mengikuti ujian di area yang telah disediakan panitia.
Meski pelaksanaan ujian berlangsung lancar, panitia masih menemukan sejumlah peserta yang tidak hadir mengikuti tes. Pada sesi pagi tercatat 37 peserta tidak hadir, sedangkan pada sesi siang 22 peserta absen. Total peserta tidak hadir pada hari pertama 59 orang.
Panitia menyayangkan ketidakhadiran tersebut karena peserta yang tidak mengikuti ujian otomatis dinyatakan gugur dan kehilangan kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur mandiri.
“Kita sangat menyayangkan peserta yang tidak hadir, karena UTBK SMMPTN-Barat hanya dilaksanakan satu kali dan tidak ada kesempatan ujian susulan. Total ada 59 peserta yang tidak hadir pada hari pertama. Meskipun demikian, tingkat kehadiran peserta masih tergolong tinggi, yaitu 91 persen pada sesi pertama dan 94,6 persen pada sesi kedua,”ujar Iqbal.
Pelaksanaan UTBK SMMPTN-Barat 2026 di Unib berlangsung pada 17 hingga 19 Juni dengan jumlah peserta 2.015 orang. Secara nasional, ujian tersebut diselenggarakan serentak di 27 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat.
Materi yang diujikan meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi yang mencakup Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, serta Penalaran Matematika. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 30 Juni 2026 melalui laman resmi SMMPTN-Barat dan laman perguruan tinggi anggota konsorsium.(net)

















