Indralaya, KRsumsel.com – Terkait program cetak sawah yang terancam gagal, DPRD Ogan Ilir akan memanggil Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir.
Menurut Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah, pemanggilan itu harus dilakukan mengingat cetak sawah merupakan program nasional dari Presiden Prabowo.
Baca juga: Seorang Calon Haji Asal Bengkalis Meninggal di Makkah
“Kami akan bahas terkait kendala dan penuntasannya ke depan, agar program cetak sawah di Ogan Ilir berhasil,” kata Amir, kemarin.
Amir menyebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada 1.100 hektare lahan yang gagal tanam di Kabupaten Ogan Ilir.
Berdasarkan keterangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, kegagalan itu disebabkan oleh debit air yang menggenangi lahan.
“Akibat curah hujan yang tinggi, sehingga air menggenangi lahan yang telah digarap,” kata Amir menirukan penjelasan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Sebagai informasi, untuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir sebenarnya ada 3.000 hektare lahan yang digarap untuk program cetak sawah. Namun, 1.100 hektare lahan terancam gagal tanam.
“Akibat kegagalan tersebut, anggaran untuk lahan yang belum berhasil diolah pun tidak dapat dicairkan,” ungkap Amir.
Selain faktor alam, Amir Hamzah menyebut kegagalan juga dipicu oleh kelalaian tim pelaksana yang tidak mempertimbangkan kondisi dan karakteristik lahan secara mendalam.
Contohnya di wilayah Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, di mana lahan yang telah dikerjakan justru terendam air. Bahkan tanggul irigasi yang dibangun pun ikut tenggelam.
“Masalah lain yang terungkap adalah terkait penyaluran kapur dolomit yang tidak terpelihara dengan baik,” pungkasnya.(Rul)















