Kabupaten Agam Peroleh Revitalisasi 37 Sekolah Terdampak Bencana Alam

oleh

Lubuk Basung, KRsumsel.com –  Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat memperoleh bantuan revitalisasi 37 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2026.

“Sebanyak 37 dari 67 sekolah terdampak bencana di Agam dapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen dengan dana sekitar Rp30 miliar,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, Sabtu (16/5).

Ia mengatakan, ke 37 sekolah tersebut terdiri dari TK atau Paud 15 unit dari 26 unit yang rusak, SD 16 unit dari 31 unit yang rusak. Setelah itu SMP enam unit dari sembilan unit yang rusak tersebar di daerah itu. Saat ini, bantuan telah diterima sebanyak 31 sekolah dan rehabilitasi telah dimulai.

Sementara, enam sekolah lainnya sedang dalam proses dan dalam waktu dekat sudah mulai kegiatannya. “Sekolah yang sudah menerima bantuan baru berjalan satu bulan ini dengan bobot pekerjaan 15 persen dan pengerjaan selama enam bulan kalender,”katanya.

Ia menambahkan, dana revitalisasi diterima sekolah bervariasi sesuai dengan kerusakan bangunan terdampak bencana melanda Agam pada akhir November 2025. Untuk tingkat SD dari Rp400 juta sampai Rp1 miliar dan SMP ada mencapai Rp2 miliar.

Baca juga: Kehadiran Koki Asal Indonesia Kunci Maksimalkan Cita Rasa Makanan Haji

“SMPN 1 Tanjung Raya dan SMPN 2 Tanjung Raya masing-masing menerima Rp2 miliar,”katanya. Untuk pengerjaan rehabilitasi atau perbaikan sekolah dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang berasal dari unsur masyarakat.

Dana ditransfer Kemendikdasmen ke rekening P2SP setelah perjanjian kerjasama ditandatangani. “Pengerjaan rehabilitasi tidak serentak, karena yang sudah menandatangani perjanjian kerjasama dana langsung ditransfer dan baru pekerjaan dimulai,”katanya.

Ia mengakui, Pemkab Agam juga melakukan rehabilitasi sekolah terdampak bencana sebanyak sembilan unit sekolah menggunakan dana transfer ke daerah pada 2026. Setelah itu sedang pengusulan ke pusat 21 unit yang terdiri dari TK atau Paud sembilan unit dan SD 12 unit.(net)