PRABUMULIH, KRSUMSEL.COM – Senyum sumringah kini menghiasi wajah warga di Kelurahan Anak Petai,sebuah perubahan besar sedang diketuk lewat palu-palu pembangunan.
Pemerintah Kota Prabumulih secara resmi menunjukkan taringnya dalam menata hunian warga melalui program GEBRAK RUTILAHU (Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni).Rabu(06/05/26).
Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, yang hadir langsung di lokasi pembangunan Muara Tiga, mengikuti agenda ini secara virtual bersama Penjabat Gubernur Sumatera Selatan. Bukan sekadar seremoni, agenda ini menjadi ajang pembuktian atas janji politik dan kemanusiaan sang pemimpin kota.
Melampaui Target: 100 Rumah Kembali Layak
Dalam sesi dialog hangat bersama Gubernur Sumsel, H. Arlan memaparkan progres yang cukup mencengangkan. Sejak masa pelantikannya, ia bergerak cepat menyisir sudut-sudut kota yang masih memiliki hunian memprihatinkan.
Baca juga: Haul Akbar ke-18 KH Ali Umar Thoyib Segera Digelar
“Kami tidak ingin warga hanya sekadar memiliki atap. Kami ingin mereka memiliki hunian yang sehat dan aman. Hingga hari ini, lebih dari 100 unit rumah tidak layak huni telah kami sulap menjadi rumah layak huni,” tegas H. Arlan dengan nada optimis.
Keberhasilan ini diakui H. Arlan bukan hasil kerja tunggal. Prabumulih menerapkan strategi “Keroyok Bareng”. Pemerintah kota merangkul berbagai lini untuk menyisihkan sebagian keuntungan mereka bagi warga, di antaranya:
Sektor Publik: Dukungan penuh dari BUMN dan BUMD setempat.
Sektor Swasta: Keterlibatan perusahaan ritel besar seperti Indomaret.
Infrastruktur Pendukung: Selain bangunan rumah, pemkot juga menggenjot pelebaran jalan untuk memastikan akses ekonomi warga tidak terhambat.
Menuju Kota Layak Huni 2026,Langkah percepatan ini bukan tanpa alasan. Perbaikan infrastruktur jalan yang beriringan dengan program Rutilahu diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi mikro.
Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, GEBRAK RUTILAHU adalah pesan kuat bahwa pembangunan tidak selalu soal gedung pencakar langit, melainkan soal memastikan setiap warga memiliki tempat pulang yang manusiawi.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami. Sinergi ini harus terus diperkuat agar tidak ada lagi warga Prabumulih yang tinggal di bawah atap yang rapuh,” pungkas Wali Kota.(Roy)

















