KRSumsel.com, Palembang – Kota Palembang bersiap menyambut salah satu agenda religi terbesar tahun ini. Peringatan Haul ke-18 Asy-Syeikh KH Ali Umar Thoyib, ulama kharismatik sekaligus pendiri Majelis Taklim Al Awwabin Ahlus Sunnah Wal Jamaah Sumsel, diprediksi akan menjadi magnet bagi 3.000 hingga 4.000 jamaah dari berbagai penjuru daerah.
Acara yang dipusatkan di Griya Asri Ratu Sianum, kawasan Sungai Buah, Ilir Timur II ini akan berlangsung selama tiga hari penuh kekhusyukan, mulai 15 hingga 17 Mei 2026.
Rangkaian Khidmat & Aksi Sosial
Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Ahmad Al Muhajir, menjelaskan bahwa haul kali ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga diisi dengan berbagai aksi nyata bagi masyarakat sekitar.
Berikut adalah rangkaian agenda kegiatannya:
Jumat, 15 Mei 2026: Pembukaan dengan pembacaan Maulid Burdah yang penuh kekhusyukan.
Baca juga: Enam Pendemo dari JKA Diringkus Polisi di Kantor Gubernur Aceh
Sabtu, 16 Mei 2026 (Pagi): Bakti Sosial yang meliputi khitanan massal, donor darah, hingga layanan pangkas rambut gratis untuk warga.
Sabtu, 16 Mei 2026 (Malam): Ziarah bersama ke makam Asy-Syeikh KH Ali Umar Thoyib di TPU Kandang Kawat, dilanjutkan dengan Khataman Al-Qur’an.
Puncak Peringatan: Kehadiran Ulama Kalimantan.
Puncak acara akan digelar pada Minggu, 17 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Selain lantunan zikir dan doa, jamaah akan mendengarkan tausiyah dari Habib Rafiq Gatmir Alkaf, ulama asal Kalimantan yang juga merupakan murid langsung dari almarhum KH Ali Umar Thoyib.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Palembang memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Majelis Taklim Al Awwabin dalam mensyiarkan nilai-nilai Islam di Bumi Sriwijaya. Sekda Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyebut sosok almarhum sebagai pilar ilmu yang jasanya terus mengalir hingga kini.
“Pemerintah Kota Palembang sangat mendukung kegiatan ini. Selain silaturahmi akbar, aksi sosialnya sangat membantu masyarakat. Sosok almarhum adalah teladan dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, dan kita wajib menjaga warisan spiritual yang beliau tinggalkan,” tegas Aprizal. (edi)















