Semarang, KRsumsel.com – Kecelakaan antara kereta api dan mobil terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Jumat (1/5) dini hari mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalan Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang mengangkut sembilan orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur,”kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan Iptu Arie Eko di Grobogan, Jumat (1/5).
Arie mengatakan, kendaraan tersebut melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di perlintasan, mobil diduga berhenti di atas rel karena mesin mati.
Pada saat bersamaan, kereta api yang melintas di jalur yang sama sudah dalam jarak dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan mengenai bagian depan kiri kendaraan.
Baca juga: Prabowo Lempar Baju ke Buruh Saat May Day di Monas
“Akibat kerasnya benturan, mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter, menabrak tiang jaringan telekomunikasi, lalu terjatuh ke area persawahan di sisi selatan rel,”ujarnya.
Empat korban tewas masing-masing Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51) dan Shazia Belvania Mutia (2).
“Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dirawat di RSUD Purwodadi dengan kondisi cukup serius, sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan,”ujarnya.
Pengemudi mobil, Kardi (50), selamat dan hanya mengalami luka ringan. Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu,”ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan yang tidak dilengkapi pengaman.(net)

















