Jakarta, krsumsel.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Bupati Pekalongan Riswadi (RWD) sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
“Pemeriksaan bertempat di Polres Pekalongan Kota Kota Pekalongan Jawa Tengah atas nama RWD selaku Wakil Bupati Pekalongan periode 2021–2024,”ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu (22/4).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan tersebut menjadi Wakil Bupati pada saat Fadia Arafiq menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2024.
Budi mengatakan, KPK memanggil sembilan orang saksi lain untuk kebutuhan penyidikan kasus tersebut. Mereka adalah SHM selaku Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
ZM dan DW selaku pejabat pembuat komitmen pada Rumah Sakit Umum Daerah Kajen, AA selaku Kepala Bagian Keuangan RSUD Kraton dan DY selaku PPK pada RSUD Kraton.
Baca juga: Satu Biro Haji di Sumut dan Dua di Jakarta Diperiksa KPK
Kemudian EY selaku PPK pada RSUD Kesesi, RA selaku Direktur RSUD Kesesi, PP selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, serta MI selaku Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan.
Sebelumnya pada 3 Maret 2026, KPK menangkap Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Selain itu, KPK juga mengamankan 11 orang lainnya di Pekalongan Jawa Tengah.
Rangkaian penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang ketujuh pada 2026 dan bertepatan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Pada 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal pada kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
KPK mengatakan, Fadia Arafiq diduga terlibat konflik kepentingan karena membuat perusahaan milik keluarganya, yakni PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memenangi sejumlah pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Fadia Arafiq dan keluarga disebut menerima Rp19 miliar dari kontrak pengadaan tersebut. Dengan rincian Rp13,7 miliar murni dinikmati penyanyi lagu Cik Cik Bum Bum dan keluarganya, Rp2,3 miliar dibagikan kepada Direktur PT RNB sekaligus ART bernama Rul Bayatun, dan Rp3 miliar hasil penarikan tunai yang belum dibagikan.(net)
















