Kayuagung, KRsumsel.com – Peringatan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agung Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk memutuskan sambungan air ledeng bagi pelanggan yang menunggak pembayaran, rupanya tak sekadar gertak sambal. Perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten OKI ini telah memutuskan lebih dari 600 sambungan pelanggan.
Direktur Utama PDAM Tirta Agung Kayuagung Dr dr H Masagus M Hakim MKes diwakili Kepala Bagian Teknik Deffriansyah Pratama SE mengatakan, jumlah pemutusan sambungan itu baru dilakukan di perkotaan Kayuagung saja.
“Ke depan akan dilakukan di Unit Booster Jejawi dan lainnya,”kata Deffriansyah ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (17/4) siang.
Kata dia, pihaknya terpaksa memutus sambungan air ledeng dengan cara menyita meteran di setiap rumah pelanggan yang nunggak pembayaran karena surat edaran untuk seluruh pelanggan nunggak tidak diindahkan pelanggan.
“Kami sudah memberikan toleransi waktu 7 hari agar pelanggan melunasi, paling tidak silahkan mencicil. Tapi tetap tidak mereka lakukan,”katanya. Dari total lebih dari 600 pelanggan, jumlah tagihan mencapai 4.829 lebar dengan total nominal tunggakan mencapai Rp380.013.000.
Baca juga: Gubernur Jambi Biayai Pemulangan Tiga Warga Korban Penipuan Online
Ia menjelaskan, pelanggan yang sambungannya diputus boleh mengajukan pemasangan ledeng baru dengan syarat melunasi tunggakan.
“Jika sudah kami putus, tidak boleh lagi bayar mencicil, harus lunas sekaligus. Karena toleransi mencicil sudah kami berikan sebelum diputus, tapi tidak mereka lakukan,”sambungnya.
Ia merincikan, sesuai SOP, pelanggan yang menunggak 3 bulan atau lebih langsung dilakukan pemutusan sambungan setelah diberi surat pemberitahuan. Nyatanya, banyak juga pelanggan yang nunggak pembayaran hingga setahun.
“Pelanggan terbanyak yang diputus di Kelurahan Kutaraya, Perigi dan Jua Jua,”katanya.
Jelasnya pula, biaya operasional pihaknya sekarang cukup besar dalam membeli bahan baku untuk membeningkan air. Sehingga uang pembayaran dari pelanggan sangat dibutuhkan PDAM Tirta Agung untuk membiayai operasional dan membeli bahan baku.
“Karena kami juga mau bayar listrik, jika kami nunggak bayar listrik maka PLN akan memutuskan sambungan listrik ke kita,”ungkapnya.
Terkait penyebab pelanggan nunggak dikatakan dia, saat penagihan, rata-rata pelanggan mengaku belum punya uang. “Setiap didatangi alasannya selalu besok. Jadi kami langsung lakukan pemutusan. Kita tidak mau rugi lebih banyak. Lebih baik airnya kita berikan saja kepada pelanggan lain yang aktif melakukan pembayaran,”tutupnya.(wajen)














